Minggu, 11 Oktober 2026 - 00:05 WIB
Jakarta, VIVA – Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait dengan ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka masih mendapat sorotan hangat di masyarakat. Sebagaimana diketahui, Selasa lalu (6/10) MK menyatakan tidak menerima gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) yang diajukan mantan Wamenkumham Denny Indrayana bersama 11 pemohon lainnya.
Baca Juga
Polemik tersebut turut mendapat perhatian politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Sigit Widodo. Melalui unggahan di akun media sosial X pada Kamis (8/10), Sigit menyinggung riwayat pendidikan Presiden ke-3 RI, B.J. Habibie, yang menurutnya menarik untuk dibandingkan dengan isu pendidikan Gibran.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sigit menyebut Habibie tidak memiliki ijazah sarjana dari perguruan tinggi di Indonesia karena meninggalkan bangku kuliah di Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Indonesia Bandung, setelah enam bulan. Habibie kemudian melanjutkan pendidikannya di Jerman.
Baca Juga
"Presiden ketiga Indonesia, B.J. Habibie, tidak memiliki ijazah sarjana. Beliau meninggalkan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Indonesia Bandung setelah hanya kuliah 6 bulan dan pindah berkuliah di Jerman," tulis dia dikutip Minggu (11/10/2026).
Menurut Sigit, Habibie kemudian meraih gelar Diplom-Ingenieur dari Rheinisch-Westfälische Technische Hochschule (RWTH) Aachen, Jerman, yang disebutnya setara dengan gelar magister (S2). Habibie selanjutnya melanjutkan pendidikan doktoral di kampus yang sama.
Baca Juga
"Di sana, Habibie memperoleh gelar Diplom-Ingenieur dari Rheinisch-Westfälische Technische Hochschule (RWTH) Aachen, Jerman. Gelar ini setara S2. Habibie kemudian mendapatkan gelar S3 Doktor-Ingenieur di kampus yang sama," sambung dia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dia kemudian sempat menyinggung sosok Denny Indrayana, salah satu pemohon dalam gugatan PHPU ke MK. Sigit menyebut jika logika yang digunakan untuk mempersoalkan ijazah Gibran diterapkan pada riwayat pendidikan B.J. Habibie, hal itu bisa menimbulkan kesimpulan yang keliru. Ia pun mengingatkan agar polemik tersebut disikapi secara logis dan tidak didasari kebencian politik.
"Kalau mengikuti logika @dennyindrayana dan sekian banyak buzzer yang tengah dikerahkan untuk mendeskreditkan Mas Gibran, Pak Habibie hanya lulus SMA karena tidak bisa menunjukkan ijazah S1. Untungnya orang yang masih punya akal sehat dan tidak dibutakan oleh kebencian politik tidak akan berpikir begitu," kata dia.
Halaman Selanjutnya
{{ search?q=sigit%20widodo&src=typeahead_click }}