Padang (ANTARA) - Tim Pengabdian Masyarakat Politeknik ATI Padang, Sumatera Barat melatih masyarakat di Kabupaten Kepulauan Mentawai mengolah hasil laut sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Politeknik ATI Padang Rudianto MT di Padang, Jumat menyampaikan pelatihan beranjak dari temuan banyak hasil tangkapan nelayan yang tidak terjual kemudian terbuang karena ketidakmampuan mengolah.

Pihaknya menemukan di Pulau Pagai Kepulauan Mentawai hasil tangkapan nelayan melimpah, sebagian dijual ke pengumpul, namun banyak juga yang tidak terjual.

"Ikan yang tidak terjual bisa mencapai hingga 100 kilogram per hari, untuk itu kami mendampingi usaha pengolahan ikan Pagai Fish cara mengolah ikan yang tepat," katanya.

Ia menilai hasil tangkapan yang terbuang, sebenarnya masih bernilai ekonomi jika dilakukan pengolahan.

Sebab hasil tangkapan yang terbuang ini juga masih masuk kategori ikan-ikan yang bernilai mahal, hanya saja tidak masuk ke dalam kriteria penampung, atau karena keterbatasan dana penampung.

Oleh sebab itu pihaknya melatih pengolahan hasil laut di Desa Sikakap agar ikan laut yang terbuang tetap memiliki nilai jual dan dapat menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat setempat.

Dalam pelatihan, masyarakat diberikan pengetahuan dan keterampilan praktis mengolah ikan menjadi produk bernilai tambah. Produk utamanya yaitu ikan marinasi, dan yang lainnya seperti ikan asin higienis, nugget ikan, hingga berbagai produk olahan inovatif lainnya.

Selain itu, peserta juga akan dibekali dengan pemahaman mengenai teknik pengolahan yang baik dan benar, standar kebersihan , serta metode pengawetan yang dapat memperpanjang umur simpan produk tanpa mengurangi kualitasnya.

Tidak hanya berfokus pada aspek produksi, pelatihan juga mencakup penguatan kemampuan dalam pengemasan produk yang menarik dan sesuai standar, serta strategi pemasaran sederhana yang dapat diterapkan di tingkat lokal maupun lebih luas.

Pihaknya berharap melalui pelatihan ini, dapat meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan hasil laut secara optimal, sehingga tidak hanya bergantung pada penjualan ikan segar.

"Lebih jauh, program ini diharapkan dapat mendorong terciptanya peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan keluarga, serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat pesisir di Kepulauan Mentawai secara berkelanjutan," katanya.

Tim Pengabdian Masyarakat Politeknik ATI Padang, Sumatera Barat melatih masyarakat di Kabupaten Kepulauan Mentawai mengolah hasil laut., (Antara/HO-Politeknik ATI)