Kegiatan monitoring ini dilakukan ini difokuskan jumlah stok BBM serta kondisi sarana prasarana di SPBU termasuk pelayanan penyaluran BBM kepada pengendara
Situbondo (ANTARA) - Unit Pidana Khusus Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Situbondo, Jawa Timur, mengecek stok bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU memastikan kelancaran distribusi seiring sejak beberapa hari terakhir terjadi antrean panjang di SPBU.
Antrean panjang yang terjadi sejak beberapa hari terakhir disebabkan pengiriman BBM dari Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Tanjung Wangi Banyuwangi terganggu kemacetan jalur utama menuju Pelabuhan Ketapang.
"Kegiatan monitoring ini dilakukan ini difokuskan jumlah stok BBM serta kondisi sarana prasarana di SPBU termasuk pelayanan penyaluran BBM kepada pengendara," kata Kasat Reskrim Polres Situbondo AKP Selimat di sela mengecek stok BBM di SPBU Karangasem Situbondo, Selasa malam.
Di sela pemantauan ketersediaan BBM di SPBU itu, AKP Selimat juga memberikan imbauan kepada pengelola SPBU agar mengedepankan transparansi pelayanan serta mencegah segala bentuk praktik penyalahgunaan maupun penyelewengan BBM.
Dalam kesempatan itu pula, polisi juga berinteraksi dengan pengendara yang sedang antre membeli BBM agar mereka tertib sesuai antrean.
"Dengan melakukan pengawasan dan pemantauan langsung, kami berkomitmen menjaga stabilitas pasokan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara aman dan tertib serta lancar," kata Kasat Reskrim AKP Selimat.
Antrean panjang kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang berdampak pada meningkatnya waktu tempuh mobil tangki, jika sebelumnya dapat ditempuh sekitar 8-10 jam, dalam situasi tertentu menjadi lebih panjang sampai sekitar 15-23 jam, sehingga memengaruhi kelancaran pengiriman BBM ke Situbondo.
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus telah mengoptimalkan koordinasi dengan Integrated Terminal (IT) Tanjung Wangi Banyuwangi, serta menyiapkan alih suplai dari IT Surabaya untuk memperkuat kebutuhan BBM di wilayah Situbondo.
Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : A Malik Ibrahim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.