Indramayu (ANTARA) - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Barat memastikan enam korban luka dalam kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan pikap di Jalur Pantai Utara (Pantura), Indramayu, Jabar, masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Mitra Plumbon Widasari.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jabar AKBP Jimmy Manurung di Indramayu, Selasa, mengatakan pihaknya telah meninjau langsung kondisi para korban bersama jajaran Satlantas Polres Indramayu guna memastikan seluruh korban memperoleh penanganan medis secara optimal.
“Kami memastikan seluruh korban yang masih menjalani perawatan mendapatkan penanganan kesehatan yang maksimal,” katanya.
Ia menyebutkan enam korban yang masih dirawat terdiri atas Olivia (4), Bayu Kelana (8), Wandi (29), Saba (11), Jesika (2), dan Salma Yanti (4). Seluruh korban merupakan warga Blok Cemeti Kulon, Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu.
Menurut dia, para korban mengalami luka akibat benturan saat kecelakaan, mulai dari cedera pada wajah, kepala, organ dalam hingga patah tulang sehingga masih memerlukan perawatan intensif.
“Polres Indramayu, terutama Satlantas dan jajaran, sudah berkoordinasi dengan Jasa Raharja untuk melakukan pengurusan yang sudah menjadi hak santunan bagi para korban,” katanya.
Selain memastikan hak korban terpenuhi, kata dia, Ditlantas Polda Jabar melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kecelakaan yang menewaskan 12 orang tersebut melalui olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama instansi terkait lainnya.
“Kami beserta seluruh jajaran, baik Dishub, PPTD, maupun dari Jasa Raharja dan seluruh elemen sudah melakukan olah TKP,” katanya.
Ia mengatakan hasil olah TKP akan menjadi dasar penyidik dalam menentukan penyebab utama kecelakaan sekaligus pihak yang harus bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Polisi pastikan enam korban kecelakaan di Indramayu dirawat intensif
Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.