Banjarmasin (ANTARA) - Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) Kalsel berkolaborasi dengan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada peningkatan kapasitas kelembagaan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang mengelola objek wisata religi masjid bersejarah.
Ketua Tim Pengabdian kepada masyarakat Poliban-ULM, Arafat Alhally di Banjarmasin, Jumat, menyampaikan, Pokdarwis yang menjadi sasaran kegiatan adalah Pokdarwis Kuin Samudra Banjarmasin yang mengelola objek wisata religi Masjid Sultan Suriansyah, yakni mesjid bersejarah Sultan pertama di tanah Banjar.
Dia mengatakan, penguatan kelembagaan menjadi kebutuhan penting agar Pokdarwis Kuin Samudra di Kelurahan Kuin Utara Kecamatan Banjarmasin Utara tersebut mampu mengelola organisasi secara lebih profesional sekaligus meningkatkan komunikasi publik melalui media sosial.
Menurut dia, program pengabdian kepada masyarakat yang pihaknya laksanakan sejak April hingga September 2026 dengan melibatkan 16 orang mitra dari Pokdarwis Kuin Samudera. Kegiatan diawali dengan pesiapan tim berkoordinasi dengan Pokdarwis, kemudian dilaksanakan sosialisasi program pada 30 Juni 2026.
Selanjutnya, ungkap dia, pada 29-30 Juli 2026 tim melaksanakan dua sesi pelatihan yang berfokus pada pengelolaan administrasi organisasi, pengelolaan media sosial, serta penerapan teknik storytelling untuk memperkuat promosi destinasi wisata religi.
Tim pelaksana terdiri atas Arafat Alhally dan Rika Noviyanti dari Polban serta Putri Ayu Hidayatur Rafiqoh dari ULM. Kegiatan pengabdian juga melibatkan sejumlah mahasiswa.
Kolaborasi lintas disiplin tim pengabdian yang mengintegrasikan keahlian di bidang manajemen pemasaran, administrasi bisnis, dan ilmu komunikasi bertujuan untuk mendukung penguatan kapasitas kelembagaan Pokdarwis secara menyeluruh.
Selama pelaksanaan program, tim menyusun dua modul pelatihan yang menjadi panduan bagi mitra dalam mengelola administrasi organisasi dan media sosial.
Selain itu, dikembangkan template administrasi digital yang dapat digunakan secara berkelanjutan untuk mendukung tata kelola organisasi.
Pada aspek komunikasi digital, Pokdarwis ditargetkan berhasil mengaktifkan kembali akun Instagram yang mereka miliki dan mempublikasikan sejumlah unggahan yang mengangkat sejarah, nilai religi, dan aktivitas wisata di kawasan Masjid Sultan Suriansyah.
Menurut Arafat, keberhasilan program tidak hanya diukur dari terselenggaranya pelatihan, tetapi juga dari kemampuan mitra menerapkan hasil pendampingan dalam aktivitas organisasi sehari-hari.
"Kami berharap sistem administrasi yang telah disusun dapat menjadi standar kerja Pokdarwis, sementara media sosial yang telah diaktifkan mampu menjadi sarana promosi yang dikelola secara konsisten sehingga informasi mengenai wisata religi Masjid Sultan Suriansyah semakin mudah diakses masyarakat," ujarnya.
Ketua Pokdarwis Kuin Samudra Samsul menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan oleh tim pengabdian dari Poliban dan ULM.
Menurut dia, pelatihan dan pendampingan membantu anggota memahami pentingnya administrasi organisasi yang tertib sekaligus meningkatkan kemampuan dalam mengelola media sosial sebagai sarana komunikasi dan promosi wisata.
Baca juga: PKM Poliban latih siswa manfaatkan AI sebagai asisten belajar bahasa Inggris
Program Pengabdian kepada Masyarakat skema Pemberdayaan Masyarakat Pemula ini didanai DPPM Ditjen Risbang Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun Anggaran 2026.
Program ini merupakan bagian dari komitmen tim pengabdian dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi dengan komunitas lokal.
Melalui penguatan kapasitas kelembagaan, pemanfaatan teknologi digital, dan pendampingan berkelanjutan, tim berharap Pokdarwis Kuin Samudra mampu menjadi contoh pengelolaan wisata religi berbasis masyarakat yang profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan berkelanjutan.
Pewarta: Sukarli
Editor : Firman
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.