Banjarmasin (ANTARA) - Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban), Kalimantan Selatan, melalui tim pengabdian kepada masyarakat (PKM) melaksanakan kegiatan penguatan kompetensi digital guru PAUD melalui pelatihan Canva dalam pengembangan media pembelajaran dan administrasi pendidikan.
Ketua Tim Pelaksana PKM Poliban, Fitriani, S.Ag., M.Pd.I, di Banjarmasin, Senin, menyampaikan, salah satu PAUD yang menjadi sasaran pelatihan tersebut adalah PAUD-IT Manbaul Ulum, Jalan Mahligai, Pemurus Luar, Kecamatan Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin.
Menurut dia, kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan kapasitas guru dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung proses pembelajaran dan administrasi pendidikan.
Program tersebut, lanjut dia, melibatkan delapan guru PAUD-IT Manbaul Ulum sebagai peserta, tiga dosen sebagai tim pelaksana, serta dua mahasiswa yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan.
Diungkapkan dia, pelatihan dirancang dengan pendekatan praktik langsung (hands-on practice), sehingga peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai fitur Canva, tetapi juga langsung mempraktikkannya untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan sekolah.
Materi meliputi pengenalan fungsi Canva, penggunaan template, pemilihan warna dan tipografi, prinsip hierarki visual, pengaturan ukuran desain, penggunaan fitur unggah, efek teks, penghapus latar belakang, hingga pemilihan format penyimpanan hasil desain.
Fitriani menjelaskan bahwa kegiatan tersebut berangkat dari kebutuhan mitra yang telah memiliki fasilitas teknologi pembelajaran, termasuk Interactive Flat Panel (IFP), tetapi pemanfaatannya masih perlu diperkuat melalui peningkatan keterampilan digital guru.
“Pelatihan ini diarahkan agar guru tidak hanya menjadi pengguna media digital, tetapi juga mampu membuat dan menyesuaikan media visual sesuai dengan kebutuhan pembelajaran dan administrasi sekolah, demikian substansi tujuan kegiatan yang dirancang oleh tim," ujarnya.
Kegiatan ini, lanjut dia, sebelumnya mengidentifikasi bahwa guru masih cenderung menggunakan media konvensional dan masih bergantung pada jasa eksternal untuk kebutuhan desain visual sekolah.
Pemahaman peserta menunjukkan hasil positif
Diungkapkan Fitriani, hasil evaluasi menunjukkan adanya perubahan positif dalam pemahaman peserta. Dari delapan guru yang mengikuti kegiatan, terdapat enam respons pada pretest dengan rata-rata nilai 50, sedangkan posttest memperoleh tujuh respons dengan rata-rata nilai 90.
Dengan demikian, kata dia, secara deskriptif terdapat kenaikan rata-rata sebesar 40 poin dibandingkan nilai awal. Pada pretest, lima dari enam responden menyatakan belum memahami penggunaan Canva, sementara satu responden menyatakan cukup memahami fitur dasar.
Setelah pelatihan, ujar dia, seluruh tujuh responden posttest menyatakan cukup memahami fitur dasar Canva dan pemilihan template. Perbedaan jumlah respons pretest dan posttest tersebut dicantumkan secara transparan dalam evaluasi sehingga hasil tidak diperlakukan sebagai data berpasangan untuk mengukur perubahan individual setiap peserta.
Guru menghasilkan produk yang siap dimanfaatkan
Tidak hanya berfokus pada peningkatan pemahaman, kata Fitriani, pelatihan juga menghasilkan produk nyata yang dapat digunakan oleh mitra. Peserta berhasil menghasilkan beberapa desain menggunakan Canva, antara lain sertifikat, kartu identitas siswa, dan banner.
Produk tersebut menjadi salah satu indikator bahwa peserta telah mampu menerapkan fitur dasar Canva untuk memenuhi kebutuhan administrasi dan komunikasi visual sekolah. Selama praktik, peserta juga memperoleh pendampingan dari tim pelaksana dalam menyusun dan memperbaiki desain.
Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan. Guru PAUD-IT Manbaul Ulum didorong untuk terus menggunakan dan mengembangkan produk Canva sesuai kebutuhan pembelajaran maupun administrasi sekolah.
Produk yang telah dibuat juga dapat disesuaikan dan dikembangkan kembali sehingga manfaat kegiatan dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan tersebut, Poliban terus mendorong penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berbasis pada kebutuhan nyata masyarakat, sekaligus memperkuat kemitraan dengan satuan pendidikan.
"Program ini juga mendukung SDGs 4 (Quality Education) melalui penguatan kapasitas pendidik dan kualitas pembelajaran serta SDGs 17 (Partnership for the Goals) melalui kolaborasi perguruan tinggi dan mitra pendidikan," ujar Fitriani.
Pewarta: Sukarli
Editor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.