Nabire (ANTARA) - Polda Papua Tengah meningkatkan kesiapsiagaan personel untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul tingginya jumlah titik panas di sejumlah wilayah Tanah Papua, terutama Papua Selatan.

Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini di Nabire, Jumat, meminta seluruh personel meningkatkan kesiapan dan bergerak cepat dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan agar dampaknya terhadap masyarakat dapat diminimalkan.

“Upaya pencegahan perlu menjadi perhatian utama, termasuk mengedukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di kawasan gambut yang rentan mengalami kebakaran,” ujarnya.

Ia mengatakan berdasarkan data Sistem Pemantauan Karhutla Kementerian Kehutanan melalui Sipongi per 14 Oktober 2026, Papua Tengah mencatat 221 titik panas dengan luas area terindikasi terdampak mencapai 2.519,88 hektare.

Dari jumlah tersebut, tujuh titik masuk kategori tinggi, 211 kategori sedang dan tiga kategori rendah.

Sementara itu, Papua Selatan mencatat 4.497 titik panas dengan luas area terindikasi terdampak 25.838,53 hektare.

Kondisi tersebut menjadi perhatian, karena asap kebakaran dapat menyebar ke wilayah lain dan mengganggu kesehatan serta aktivitas masyarakat yang berada di wilayah Papua Tengah, yaitu Kabupaten Mimika.

Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan kerja sama pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat.

Koordinasi diperlukan agar upaya pencegahan maupun pemadaman dapat dilakukan secara terpadu dengan tetap memperhatikan keselamatan petugas dan warga.

Ia juga meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sebelum meluas.

Selain mencegah kebakaran baru, masyarakat di wilayah terdampak asap diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, mengurangi kegiatan di luar rumah yang tidak mendesak, dan mencari pertolongan medis apabila mengalami gangguan pernapasan.

“Peningkatan kesiapsiagaan tersebut diharapkan dapat menekan risiko kebakaran meluas sekaligus melindungi keselamatan masyarakat di Papua Tengah,” katanya.

Selain Papua Selatan, data Sipongi mencatat luas area terindikasi terdampak karhutla di Papua Tengah mencapai 2.519,88 hektare dengan 221 titik panas. Papua Barat mencatat 2.496,39 hektare dengan 167 titik, sedangkan Papua Pegunungan mencapai 1.681,43 hektare dengan 258 titik.

Sementara itu, Papua Barat Daya mencatat luas area 716,70 hektare dengan 17 titik panas, sedangkan Provinsi Papua memiliki luas area 544,61 hektare dengan 24 titik panas.

Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.