Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Jakarta, VIVA – Program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) yang dijalankan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) tidak hanya memberikan manfaat berupa tambahan modal bagi pengusaha ultra mikro. Program tersebut juga dinilai berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan mengelola keuangan, kepercayaan diri, hingga optimisme nasabah terhadap masa depan.

Baca Juga

Berdasarkan hasil penghitungan Social Return on Investment (SROI) Program Mekaar periode 2022–2024, setiap Rp1 yang diinvestasikan dalam program tersebut menghasilkan manfaat senilai Rp1,81. Angka itu menunjukkan nilai manfaat yang setara dengan 181 persen dari investasi program.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hasil penghitungan tersebut menggambarkan bahwa dampak pembiayaan dan pendampingan terhadap nasabah tidak hanya dapat dilihat dari perkembangan pendapatan usaha. Ada pula perubahan dalam kemampuan individu yang berpotensi memengaruhi pengelolaan bisnis, kehidupan keluarga, dan interaksi sosial.

Baca Juga

Dalam keterangan yang disampaikan pada Kamis, 15 Oktober 2026, PNM menjelaskan bahwa manfaat program Mekaar mencakup sejumlah aspek, mulai dari ekonomi hingga kesejahteraan dan sosial.

Peningkatan Pendapatan Usaha Jadi Kontributor Terbesar

Baca Juga

Peningkatan pendapatan usaha menjadi komponen dengan kontribusi terbesar terhadap manfaat Program PNM Mekaar, yakni sebesar 33,87 persen.

Bagi pengusaha kecil, tambahan modal dapat digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan usaha. Mulai dari menambah stok dagangan, membeli bahan baku, hingga memberikan ruang bagi usaha rumahan untuk berkembang.

Namun, dampak pembiayaan tidak berhenti pada peningkatan penghasilan. Program ini juga menciptakan manfaat berupa terbukanya lapangan kerja dan meningkatnya optimisme nasabah dalam memandang masa depan.

Hal tersebut memperlihatkan bahwa manfaat pembiayaan dapat berkembang seiring dengan kemampuan nasabah dalam menjalankan usahanya. Modal menjadi salah satu penopang kegiatan bisnis, sedangkan kemampuan mengelola usaha turut menentukan bagaimana peluang pertumbuhan dapat dimanfaatkan.

PNM memandang bahwa perubahan yang terjadi pada nasabah juga berpotensi memberikan pengaruh terhadap kehidupan di luar aktivitas usaha. Kemampuan mengelola keuangan yang lebih baik, misalnya, dapat membantu nasabah mengambil keputusan yang berkaitan dengan kebutuhan usaha maupun keluarga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemampuan Nasabah Meningkat 36 Persen

Selain dampak ekonomi, hasil penghitungan PNM menunjukkan adanya peningkatan kemampuan nasabah secara keseluruhan sebesar 36 persen.

Halaman Selanjutnya

Peningkatan terbesar tercatat pada kemampuan kognitif, yang mencakup pengetahuan tentang keuangan, pinjaman, dan pengelolaan keuangan. Pada aspek tersebut, peningkatannya mencapai 53,18 persen.