REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Makna kemerdekaan Indonesia dinilai tidak berhenti pada peringatan sejarah dan penghormatan terhadap jasa para pahlawan. Kemerdekaan juga perlu diwujudkan melalui kesempatan masyarakat untuk tumbuh, mandiri, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Kelompok perempuan pelaku usaha ultra mikro menjadi salah satu bagian penting dalam upaya tersebut. Melalui usaha sederhana seperti warung, kuliner rumahan, perdagangan kebutuhan sehari-hari, hingga berbagai usaha berbasis rumah tangga, mereka turut menggerakkan perekonomian sekaligus menopang kehidupan keluarga.
Wakil Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM Sunar Basuki mengatakan, mengisi kemerdekaan pada masa kini dapat dimulai dari hal yang dekat dengan kehidupan masyarakat, termasuk memastikan keluarga prasejahtera memiliki kesempatan untuk berkembang.
“Kemerdekaan bukan hanya tentang seberapa jauh Indonesia tumbuh, tetapi tentang seberapa banyak rakyat yang ikut tumbuh bersama Indonesia. Karena itu, ketika kita mendampingi ibu-ibu nasabah PNM Mekaar, yang kita bangun bukan hanya usahanya, tetapi juga harapan dan masa depan keluarganya,” ujar Sunar, Senin (17/8/2026).
Menurut Sunar, perjuangan pelaku usaha ultra mikro sering kali berlangsung dalam skala kecil, tetapi memberikan dampak besar bagi ketahanan ekonomi keluarga. Penghasilan dari warung, usaha makanan, perdagangan kebutuhan sehari-hari, maupun bisnis rumahan dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga dan membiayai pendidikan anak.
Karena itu, pemberdayaan menjadi bagian penting dalam pendampingan pelaku usaha ultra mikro. Tantangan yang dihadapi mereka tidak hanya berkaitan dengan akses permodalan, tetapi juga kemampuan mengelola usaha, meningkatkan kualitas produk, melakukan pemasaran, memanfaatkan teknologi, serta membuka akses pasar.
“Banyak ibu yang mungkin tidak berbicara tentang ekonomi nasional. Tetapi dari usaha kecil yang mereka jalankan, ekonomi Indonesia sebenarnya bergerak. Dari tangan mereka, anak-anak bisa sekolah. Dari penghasilan mereka, kebutuhan keluarga terpenuhi. Dari keberanian mereka untuk terus mencoba, sebuah masa depan sedang dibangun,” kata Sunar.
Sunar mengatakan PNM menempatkan pembiayaan sebagai pintu masuk untuk menghadirkan pemberdayaan yang lebih luas bagi nasabah. Pendampingan dilakukan melalui penguatan pengetahuan, keterampilan, jejaring, serta kesempatan untuk mengembangkan kapasitas usaha.
Pendekatan tersebut diharapkan mendorong pelaku usaha ultra mikro berkembang secara bertahap. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, nasabah didorong semakin percaya diri dalam mengembangkan bisnis, memperluas pasar, dan menciptakan sumber pendapatan baru bagi keluarga maupun lingkungan sekitar.
“Memberdayakan masyarakat berarti hadir bukan hanya ketika mereka membutuhkan pembiayaan. Kita harus hadir untuk memahami kebutuhannya, mendampingi prosesnya, dan membantu mereka melihat peluang yang mungkin belum terlihat,” tutur Sunar.
Menurut dia, penguatan usaha ultra mikro juga memiliki arti strategis bagi perekonomian nasional. Pertumbuhan ekonomi tidak hanya ditentukan oleh aktivitas industri besar dan korporasi, tetapi juga oleh jutaan usaha kecil yang beroperasi di tengah masyarakat dan menopang kehidupan keluarga.
Dalam konteks tersebut, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi pengingat bahwa pembangunan ekonomi perlu berjalan secara inklusif. Ketika keluarga prasejahtera memiliki kesempatan mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan, dan memberikan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anaknya, manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung di tingkat rumah tangga.
“Setiap usaha yang tumbuh adalah harapan yang ikut tumbuh. Setiap keluarga yang semakin berdaya adalah bagian dari Indonesia yang semakin kuat. Semoga semangat kemerdekaan terus mengingatkan kita bahwa tugas kita adalah memastikan semakin banyak masyarakat memiliki kesempatan untuk tumbuh dan maju bersama Indonesia,” kata Sunar.