Mataram (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyebutkan, Malaysia menjadi negara yang paling banyak dipilih pekerja migran Indonesia (PMI) asal Mataram, dengan jumlah 482 orang atau 63,4 persen dari total penempatan.

"Total penempatan PMI asal Kota Mataram hingga September 2026 sebanyak 760 pekerja, dan 63,4 persen atau 482 orang memilih negara tujuan Malaysia," kata Kepala Bidang Pelatihan, Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Mataram, Martha Yuli di Mataram, Jumat.

Menurutnya, tingginya angka penempatan tersebut menunjukkan pasar kerja luar negeri masih menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan sekaligus meningkatkan pendapatan.

Penempatan PMI asal Kota Mataram hingga September 2026, masih cukup tinggi sehingga bekerja ke luar negeri menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat untuk memperoleh kesempatan kerja dan memperbaiki kondisi ekonomi.

Berdasarkan data penempatan, katanya, pekerja laki-laki masih mendominasi dengan jumlah 571 orang atau 75,1 persen. Sementara itu, PMI perempuan tercatat sebanyak 189 orang atau 24,9 persen dari keseluruhan penempatan.

Selain Malaysia, sejumlah negara lain juga menjadi tujuan warga Mataram untuk bekerja adalah Arab Saudi berada di urutan berikutnya dengan 65 orang, disusul Taiwan sebanyak 56 orang, Singapura 45 orang dan Jepang 22 orang.

Menurut Yuli, besarnya jumlah PMI yang ditempatkan di Malaysia memperlihatkan negara tersebut masih menjadi tujuan utama bagi pencari kerja dari Kota Mataram, sebab selain peluang kerja yang tersedia, akses penempatan ke negara tersebut juga relatif terbuka.

"Malaysia masih menjadi tujuan yang paling banyak diminati. Kondisi itu menunjukkan peluang kerja di negara tersebut masih cukup besar bagi masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri," katanya.

Setelah itu, terdapat 45 orang yang bekerja sebagai pekerja rumah tangga dan penempatan sebagai pengasuh bayi dan lansia tercatat sebanyak 43 orang.

Dengan melihat komposisi tersebut, mayoritas PMI asal Kota Mataram masih terserap pada pekerjaan operasional yang membutuhkan keterampilan dasar. Adapun penempatan pada jabatan yang memerlukan keahlian lebih spesifik masih relatif terbatas.

Kondisi itu menjadi gambaran mengenai jenis pekerjaan yang paling banyak diakses oleh calon PMI asal Kota Mataram, sehingga peningkatan keterampilan dan kompetensi tenaga kerja menjadi hal penting agar masyarakat memiliki pilihan pekerjaan yang lebih beragam di pasar kerja internasional.

Baca juga: KP2MI sanksi dua perusahaan melanggar aturan penempatan PMI

"Peluang kerja di luar negeri cukup beragam, tetapi penempatannya masih didominasi sektor tertentu. Untuk itu, perlu peningkatan kompetensi agar calon PMI bisa mengakses kesempatan kerja yang lebih luas sesuai kebutuhan pasar," katanya.

Pewarta : Nirkomala
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026