Tokyo (ANTARA) - Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi akan merombak kabinet pemerintahannya, Kamis, yang diprediksi mempertahankan banyak menteri kunci untuk memastikan kelangsungan kebijakan, sekaligus memasukkan seorang pendatang baru dari partai sekutu koalisinya.

Perombakan kabinet tersebut akan menjadi yang pertama sejak Takaichi menjabat sebagai perdana menteri tahun lalu dan dilakukan menjelang sidang parlemen luar biasa yang dimulai pada Oktober.

Takaichi juga dinilai ingin menjaga para pesaing potensialnya tetap berada di lingkaran dekatnya menjelang pemilihan ketua Partai Demokrat Liberal (LDP) pada 2027, di mana ia kemungkinan besar akan mencalonkan diri.

Menurut sumber-sumber dari internal pemerintah, Sekretaris Utama Kabinet Minoru Kihara, Menteri Luar Negeri Toshimitsu Motegi, Menteri Keuangan Satsuki Katayama, dan Menteri Pertahanan Shinjiro Koizumi diperkirakan akan tetap menjabat di kabinet Takaichi.

Baca juga: PM Takaichi percepat penerapan teknologi untuk SDF Jepang

Mengingat sebagian besar jabatan penting diprediksi tidak mengalami perubahan, maka kini perhatian tertuju pada jabatan apa yang dipangku oleh Menteri Dalam Negeri dan Komunikasi Yoshimasa Hayashi—jika Hayashi terkena perombakan.

Hayashi, yang juga anggota parlemen Jepang berusia 65 tahun itu, pernah menjadi tangan kanan mantan PM Fumio Kishida dan sebelumnya menjabat sebagai menteri luar negeri dan menteri pertahanan.

Hayashi secara luas dianggap sebagai calon potensial dalam perebutan kepemimpinan berikutnya di LDP.

Dengan menempatkan rival-rival politiknya dalam kabinet, Takaichi dinilai akan mempersulit mereka untuk berbalik melawan dirinya.

Dalam pemilihan ketua LDP sebelumnya, Takaichi berhasil mengalahkan rivalnya, yaitu Hayashi, Motegi (70), dan Koizumi (45).

Baca juga: PM Jepang kirim persembahan ritual ke Kuil Yasukuni yang kontroversial

Sementara itu, menurut sumber, Hiroshi Nakatsuka dari Partai Inovasi Jepang (JIP) diprediksi akan menjabat sebagai menteri, sehingga akan menjadi menteri pertama dari mitra koalisi junior LDP.

JIP, yang bermarkas di Prefektur Osaka, telah bekerja sama dengan LDP dari luar kabinet sejak kedua partai konservatif itu membentuk koalisi pada 20 Oktober.

Koalisi itu memastikan Takaichi terpilih sebagai perdana menteri perempuan pertama dalam pemungutan suara di parlemen pada hari berikutnya.

Tingkat dukungan terhadap kabinet Takaichi terus menurun dalam beberapa bulan terakhir setelah berada di angka sekitar 70 persen.

Sebelum merombak kabinetnya, Rabu (16/9), Takaichi melakukan perombakan jajaran pimpinan LDP dengan tetap mempertahankan tokoh-tokoh penting, seperti mantan PM Jepang sekaligus Wakil Ketua LDP Taro Aso dan Sekretaris Jenderal LDP Shunichi Suzuki.

Sumber: Kyodo

Baca juga: PM Takaichi sebut pelayaran lalui Selat Hormuz harus bebas biaya

Penerjemah: Katriana
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.