Jakarta -

Mantan pemain dan pelatih basket ini memilih meneruskan usaha santan keluarganya. Ia memakai media sosial untuk melanjutkan dan mempertahankan bisnis tradisional tersebut.

Jalan karier seseorang tak selalu berjalan sesuai rencana. Begitu juga dengan pria asal Singapura ini yang akhirnya menemukan jalan berbeda dari bidang yang selama ini ditekuninya.

Dilansir dari CNA Lifestyle, (3/9/2026), Lee Zhao Yuan kini disiapkan menjadi generasi ketiga penerus Fortune Coconut Whan Neng.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pria 27 tahun itu sebenarnya lebih dulu dikenal sebagai pemain dan pelatih basket. Kini, ia perlahan meninggalkan dunia olahraga untuk membantu bisnis santan keluarganya.

Plot Twist Karier! Mantan Pemain Basket Ini Pilih Teruskan Bisnis SantanSeorang pelatih basket memilih untuk berhenti menjalani karirnya. Foto: CNA Lifestyle

Semasa muda, Lee merupakan pemain basket kompetitif. Ia pernah bermain di level U-18 untuk sebuah klub di kawasan Bukit Merah.

Lee bahkan sempat mengikuti seleksi tim nasional Singapura. Namun, ia gagal terpilih dan karier basket kompetitifnya terhenti setelah mengalami cedera lutut.

Lee mengaku sebelumnya tak pernah membayangkan dirinya bergabung dalam bisnis keluarga. "Saya ingin melakukan hal saya sendiri," ujarnya.

Namun perlahan Le mengaku tertarik melanjutkan usaha keluarga karena santan segar semakin sulit ditemukan. Ia juga ingin membantu orang tuanya yang mulai menua.

Plot Twist Karier! Mantan Pemain Basket Ini Pilih Teruskan Bisnis SantanIa memilih menyelamatkan bisnis santan segar milik keluarganya. Foto: CNA Lifestyle

Ayahnya sendiri mulai bekerja sejak pukul 04.30 pagi waktu setempat untuk mencuci dan menyiapkan kelapa. Setelah pesanan pelanggan tetap selesai, ia melayani pembeli yang datang langsung hingga sekitar tengah hari.

Usaha ini didirikan oleh Lee Hong Tang pada 1970-an dan kemudian diteruskan putranya, Lee Siew Hiang. Sang anak, Lee Zhao Yuan, kini menjadi generasi ketiga yang ikut mengembangkan bisnis keluarga tersebut.

Untuk menjangkau konsumen muda, Lee memanfaatkan media sosial. Salah satu video TikTok yang memperlihatkan proses pembuatan santan segar mendapat perhatian karena mengangkat sisi tradisional usaha keluarganya.

Lee berharap cara tersebut dapat membuat generasi muda mengenal kembali santan segar. Ia juga ingin mempertahankan bisnis keluarga ini tanpa harus mengubah karakter tradisionalnya.

(dfl/adr)