Pontianak (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat (UIP KLB) mendorong kegiatan ekonomi produktif masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Electrifying Aquaculture. Program yang dilaksanakan melalui Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Barat 1 (UPP KLB 1) tersebut mendukung Kelompok Pembudidaya Lele Kenari Anak Negeri di Dusun Siak, Desa Durian, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, dalam mengembangkan budidaya ikan lele dengan sistem kolam bioflok.

Dukungan sarana dan prasarana yang diberikan PLN dimanfaatkan kelompok untuk menunjang kegiatan budidaya, mulai dari pengelolaan kolam hingga pemeliharaan ikan. Sejalan dengan pemanfaatan sarana dan prasarana tersebut, Kelompok Pembudidaya Lele Kenari Anak Negeri mampu menghasilkan ratusan kilogram ikan lele dalam setiap periode dua bulan.

Hasil produksi tersebut menjadi salah satu gambaran pemanfaatan energi listrik untuk mendukung kegiatan ekonomi produktif masyarakat. Integrasi antara elektrifikasi, sarana budidaya, sistem kolam bioflok, dan pengelolaan kelompok menjadi bagian dari upaya mengembangkan potensi usaha perikanan di tingkat masyarakat.

Manager UPP Kalimantan Bagian Barat 1, Muhammad Iqbal, mengatakan Electrifying Aquaculture merupakan bentuk pemanfaatan energi listrik untuk mendukung pengembangan usaha masyarakat.

“Melalui program Electrifying Aquaculture, kami ingin menghadirkan manfaat listrik yang dapat digunakan untuk kegiatan produktif. Dukungan sarana dan prasarana yang diberikan kami harapkan dapat membantu kelompok mengoptimalkan budidaya, sehingga kegiatan usaha dapat terus berkembang dan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujar Muhammad Iqbal.

Ketua Kelompok Pembudidaya Lele Kenari Anak Negeri, Puspito Agung R., menyampaikan apresiasinya atas dukungan PLN melalui program Electrifying Aquaculture. Menurutnya, dukungan sarana dan prasarana tersebut membantu kelompok dalam menjalankan kegiatan budidaya secara lebih optimal.

“Bantuan dari PLN sangat membantu kami dalam menjalankan budidaya ikan lele. Dengan adanya dukungan sarana dan prasarana ini, proses pengelolaan kolam menjadi lebih terbantu dan kegiatan budidaya dapat berjalan dengan lebih baik. Kami berharap usaha ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi seluruh anggota kelompok,” ujar Puspito Agung R.

Puspito menambahkan, keberadaan program tersebut memberikan dorongan bagi kelompok untuk terus menjaga dan mengembangkan kegiatan budidaya. Kelompok berkomitmen memanfaatkan sarana yang telah diberikan secara optimal agar kegiatan budidaya dapat berlangsung secara berkelanjutan.

General Manager UIP Kalimantan Barat, Susilo, menyampaikan bahwa program Electrifying Aquaculture merupakan bagian dari upaya PLN menghadirkan manfaat kelistrikan yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Listrik memiliki manfaat yang lebih luas ketika dimanfaatkan untuk kegiatan produktif. Melalui Electrifying Aquaculture, PLN berupaya mendukung masyarakat mengembangkan potensi ekonomi lokal dengan memanfaatkan energi listrik dan sarana pendukung secara tepat guna,” kata Susilo.

Kelompok Pembudidaya Lele Kenari Anak Negeri memanfaatkan sarana dan prasarana program untuk menjalankan budidaya ikan lele menggunakan sistem kolam bioflok. Dalam proses pemanfaatan tersebut, kelompok mampu menghasilkan ratusan kilogram ikan lele setiap dua bulan, yang menjadi salah satu indikator produktivitas kegiatan budidaya yang dijalankan.

Bagi PLN, pemanfaatan listrik untuk kegiatan produktif merupakan bagian dari upaya menghadirkan nilai tambah dari energi yang disalurkan. Electrifying Aquaculture di Kubu Raya menjadi salah satu bentuk dukungan PLN terhadap masyarakat dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal melalui pemanfaatan energi listrik secara produktif.

Melalui program tersebut, PLN UIP KLB berharap Kelompok Pembudidaya Lele Kenari Anak Negeri dapat terus meningkatkan kapasitas budidaya, menjaga produktivitas, dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang konsisten, kegiatan budidaya diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi yang semakin besar bagi kelompok dan masyarakat di sekitarnya.

Pewarta: Dedi
Editor : Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.