Pangkalpinang (ANTARA) - PT PLN Unit Induk Wilayah Kepulauan Bangka Belitung melakukan penyambungan tambah daya sebesar 240 KVA ke SMA Unggul Garuda di Kabupaten Belitung Timur sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung kemajuan sektor pendidikan.
"Penyalaan tambah daya ini menjadi bagian dari upaya PLN dalam memastikan kebutuhan energi listrik bagi sektor pendidikan dapat terpenuhi secara andal, sehingga mendukung kelancaran berbagai aktivitas belajar mengajar maupun kegiatan operasional sekolah," kata General Manager PLN UIW Babel Ira Savitri melalui rilis yang diterima di Pangkalpinang, Selasa.
Bagi masyarakat dan para orang tua murid SMA Unggul Garuda Belitung Timur yang sudah melaksanakan aktivitas belajar mengajar pada Agustus 2026 ini, hadirnya fasilitas pendidikan yang didukung keandalan pasokan listrik memberikan ketenangan tersendiri, karena dengan adanya peningkatan daya listrik yang memadai, sekolah kini dapat mengoperasikan berbagai fasilitas modern untuk menunjang kenyamanan siswa dalam menimba ilmu.
Kebutuhan listrik yang kontinu menjadi faktor penting dalam dunia pendidikan saat ini, karena selain kegiatan pembelajaran di ruang kelas, pasokan listrik yang stabil sangat diperlukan untuk pemanfaatan perangkat teknologi informasi, sistem penerangan yang baik, fasilitas administrasi dan berbagai sarana penunjang lainnya yang membuat proses belajar mengajar menjadi lebih optimal dan nyaman bagi para siswa.
"PLN berkomitmen untuk terus hadir sebagai mitra strategis dalam mendukung kemajuan sektor pendidikan sekaligus mendorong pembangunan daerah," katanya.
Menurut dia, penyediaan energi listrik yang andal merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang produktif serta mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Belitung Timur.
"PLN terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dan memastikan kebutuhan listrik pelanggan dapat terpenuhi seiring dengan perkembangan fasilitas pendidikan," ujarnya.
Sementara itu, Wuryanto selaku Project Consultant SMA Unggul Garuda Belitung Timur, mengapresiasi proses pelayanan PLN dalam mendukung kebutuhan kelistrikan proyek pembangunan sekolah tersebut.
"Untuk proses penyambungan, semuanya sudah sesuai dengan standar PLN. Dari sisi pelayanan juga sangat baik, terutama respons PLN yang sangat cepat dalam menindaklanjuti kebutuhan kami, hal ini tentunya sangat membantu kelancaran proses pembangunan dan operasional SMA Unggul Garuda Belitung Timur," katanya.
Menurut dia, dukungan kelistrikan menjadi salah satu bagian penting dalam memastikan kesiapan fasilitas sekolah demi masa depan anak-anak di Belitung Timur, terlebih dengan dimulainya aktivitas belajar mengajar pada Agustus 2026.
Kebutuhan kelistrikan SMA Unggul Garuda Beltim diproyeksikan terus berkembang seiring dengan penambahan bangunan dan fasilitas pendukung sekolah.
Ke depan, pelanggan telah merencanakan penambahan daya kembali hingga mencapai 555KVA guna mengoptimalkan sarana pendidikan yang ada.
Hal tersebut menunjukkan adanya pertumbuhan positif dalam pembangunan fasilitas daerah yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
PLN UP3 Belitung bersama ULP Manggar siap senantiasa mendampingi dan memberikan dukungan melalui layanan kelistrikan yang responsif.
Menurut Ira Safitri, dukungan PLN terhadap sektor pendidikan merupakan bentuk nyata kehadiran perusahaan untuk memberikan manfaat yang seluas-luasnya bagi masyarakat.
"PLN tidak hanya hadir sebagai penyedia tenaga listrik, tetapi juga sebagai mitra dalam mendukung pembangunan daerah. Kami berharap dukungan kelistrikan ini dapat membantu sekolah menjalankan proses pendidikan secara optimal dan menjadi bagian dari upaya bersama mencetak generasi unggul di Belitung Timur," katanya.
Melalui penyediaan energi listrik yang andal, PLN terus memperkuat perannya dalam mendukung pembangunan daerah melalui sektor-sektor strategis, termasuk pendidikan.
Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta/Try Mustika
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.