Jakarta (ANTARA) - PT PLN Indonesia Power (PLN IP) menegaskan komitmennya memperkuat kontribusi kepada pembangkit listrik dari energi bersih, yang andal dan berkelanjutan.

Direktur Utama PLN IP Bernadus Sudarmanta, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, menyampaikan pihaknya terus mendorong optimalisasi potensi panas bumi Indonesia menjadi pembangkit listrik bersih.

Menurut dia, PLN Indonesia Power bersama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) telah menandatangani letter of intent (LoI) untuk pembelian tenaga listrik dari dua proyek panas bumi dengan total kapasitas 45 megawatt (MW).

"LoI ini menjadi langkah konkret untuk mempercepat pemanfaatan energi bersih di Indonesia," sebutnya.

Penandatanganan LoI tersebut mencakup pengembangan Ulubelu Binary (Bottoming) Unit berkapasitas 30 MW di Provinsi Lampung dan Lahendong Binary (Bottoming) Unit berkapasitas 15 MW di Provinsi Sulawesi Utara.

Dalam pipeline perencanaan kerja sama strategis ini, total potensi kapasitas pengembangan dapat mencapai 230 MW. Penandatanganan dilakukan Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta dan Direktur Utama PGE Ahmad Yani di Jakarta, Rabu (19/8/2026).

"Indonesia memiliki potensi panas bumi yang sangat besar. Melalui kolaborasi PLN Indonesia Power dan PGE pada Lahendong dan Ulubelu, kami ingin mengoptimalkan potensi tersebut menjadi energi bersih yang andal sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional," ujar Bernadus.

Baca juga: Hari Pelanggan, PLN UP3 Sumbawa perkuat pelayanan ke masyarakat

Menurut Bernadus, percepatan transisi energi membutuhkan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

"Sinergi antara PLN, PLN Indonesia Power, PGE, pemerintah, investor, dan seluruh pelaku industri menjadi kunci untuk mempercepat hadirnya pembangkit bersih yang andal dan berkelanjutan," tambahnya.

Melalui pengembangan Lahendong dan Ulubelu bersama PGE, PLN Indonesia Power terus memperkuat kontribusinya dalam menghadirkan energi bersih yang andal, sekaligus mendorong sistem energi nasional yang semakin hijau, tangguh, dan mandiri.

Baca juga: Kemendes menggandeng PLN EPI dan YESS maksimalkan pembangunan desa

Kedua proyek memanfaatkan teknologi bottoming untuk mengolah dan memanfaatkan panas dari fluida panas bumi (brine) yang belum termanfaatkan untuk dijadikan tambahan energi listrik bersih dari pembangkit panas bumi eksisting.

Langkah ini menjadi bentuk optimalisasi potensi sumber daya panas bumi pada lapangan WKP eksisting, sekaligus meningkatkan kapasitas pembangkitan tanpa sepenuhnya bergantung pada pengembangan sumber (lapangan WKP) baru.

Pewarta : Kelik Dewanto
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026