PLN dan DLHK NTT percepat jaringan lisdes di 17 desa pelosok

Kamis, 24 September 2026 14:29 WIB

Image Print

General Manager PLN UIW NTT F. Eko Sulistyono bersama Kepala DLHK Provinsi NTT saat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama terkait pembangunan jaringan listrik di kawasan hutan. ANTARA/HO-PLN NTT

Kupang (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT) bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTT mempercepat pembangunan jaringan listrik untuk 17 desa pelosok di lima kabupaten melalui kerja sama penggunaan kawasan hutan.

General Manager PLN UIW NTT F. Eko Sulistyono di Kupang, Kamis mengatakan kehadiran listrik hingga pelosok merupakan bagian dari upaya menghadirkan pembangunan dan akses energi secara merata bagi masyarakat.

“PLN mengemban dua tugas utama: menjaga kesehatan perusahaan sekaligus menjalankan amanah negara untuk meratakan pembangunan. Peningkatan rasio elektrifikasi di NTT adalah bagian dari ikhtiar kami mengamalkan nilai-nilai Pancasila, menghadirkan terang bagi masyarakat hingga ke pelosok,” katanya.

Hal ini disampaikannya usai pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) penggunaan kawasan hutan untuk mendukung Program Listrik Desa (Lisdes) di NTT.

Ia menjelaskan, sepanjang 2025 PLN NTT telah menyelesaikan pembangunan listrik desa di 158 lokasi di NTT. Pada 2026, kemudahan perizinan dan kepastian legalitas menjadi salah satu faktor penting dalam pembangunan jaringan listrik yang berada di dalam atau melintasi kawasan hutan.

“Proses perizinan jaringan listrik yang menembus kawasan hutan kini melangkah ke tahapan yang sangat positif. Kerja sama dengan DLHK Provinsi NTT menjadi pondasi penting agar pembangunan infrastruktur listrik desa berjalan cepat, aman, dan berpayung hukum,” katanya.

Melalui PKS tersebut, terdapat 17 desa yang menjadi objek kerja sama, yakni satu desa di Kabupaten Nagekeo, empat desa di Manggarai Barat, satu desa di Manggarai, dua desa di Kabupaten Kupang, dan sembilan desa di Sumba Timur.

Semua jaringan listrik melintasi kawasan hutan lindung yang menjadi wilayahnya DLHK, sehingga kerja sama serta kolaborasi tersebut dinilai sangat penting.

Dia menjelaskan, jaringan listrik yang melintasi kawasan hutan itu memiliki panjang 36,29 kilometer, meliputi pembangunan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) 20 kV, Saluran Udara Tegangan Rendah (SUTR) 380/220 Volt, gardu distribusi, tiang listrik, serta fasilitas pendukung lainnya.

Eko mengapresiasi DLHK NTT yang mendukung percepatan legalitas pembangunan infrastruktur kelistrikan masyarakat. Menurut dia, kolaborasi tersebut menunjukkan pembangunan energi dan kelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan.

Kepala DLHK Provinsi NTT Sulastri H. I. Rasyid mengatakan pihaknya menyambut baik kerja sama tersebut dan mengapresiasi PLN yang proaktif mengurus perizinan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada PT PLN atas kerja sama dan koordinasi yang terjalin sangat baik, sehingga PKS ini dapat diselesaikan dengan lancar,” katanya.

Ia berharap proses perizinan untuk lokasi lain yang masih berjalan dapat segera diselesaikan sehingga seluruh pembangunan jaringan Listrik Desa di NTT memiliki kepastian hukum dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PLN-DLHK NTT percepat jaringan lisdes di 17 desa pelosok

Pewarta : Kornelis Kaha
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.