Badung (ANTARA) - Sebanyak 125 orang kader TP. PKK Kabupaten Badung, Bali, mengikuti lokakarya terkait upaya kader PKK dalam membantu Tertib Administrasi Kependudukan.
“Tertib administrasi kependudukan harus dimulai dari lingkungan keluarga. Di sini peran perempuan sangat strategis, karena seringkali menjadi pengelola utama urusan dokumen dalam rumah tangga,” ujar Ketua TP. PKK Badung Rasniathi Adi Arnawa di Mangupura, Senin.
Ia mengatakan administrasi kependudukan saat ini bukan lagi sekadar urusan kepemilikan kartu identitas, melainkan telah menjadi fondasi utama warga negara untuk mengakses berbagai program kesejahteraan dan pelayanan publik.
“Kami berupaya untuk terus menjalin sinergi kuat antara pemerintah dan kader perempuan yang siap menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam mengedukasi masyarakat agar terdata dengan baik,” kata dia.
Rasniathi Adi Arnawa mengungkapkan pembangunan kesadaran tertib administrasi penting untuk dimulai langsung dari unit terkecil, yaitu keluarga.
Untuk itu pihaknya juga mengajak seluruh kader untuk bergerak aktif memastikan kelengkapan dokumen keluarga dengan memanfaatkan inovasi teknologi yang ada.
“Ini bisa dimulai dari diri sendiri dan keluarga terdekat. Pastikan setiap anggota keluarga memiliki dokumen yang sah dan lengkap, serta manfaatkan layanan digital yang tersedia agar pelayanan semakin mudah, cepat, aman, dan efisien,” ungkap dia.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Badung I Nyoman Rudiarta menambahkan pelatihan tersebut dirancang agar peserta mampu meneruskan informasi dan edukasi kepada sesama kader serta masyarakat luas di lingkungan masing-masing.
“Kami menghadirkan narasumber dari perwakilan Dinas Sosial Provinsi Bali, Kejaksaan Negeri Badung, Pengadilan Negeri Denpasar, serta diikuti oleh para Ketua TP. PKK Kecamatan se-Badung beserta jajaran pengurus kader,” tambah dia.
Pewarta: Naufal Fikri Yusuf/Rolandus Nampu
Editor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.