Medan (ANTARA) - Sebanyak 80 pasangan tim domino bersaing ketat di babak penyisihan kejuaraan domino memperebutkan Piala Bergilir Ketua Karang Taruna Kota Medan Yopie HI Batubara SE di Warkop Agam Teratai, Jalan Air Bersih Medan, Sabtu (29/8).
Kejuaraan domino ini bekerjasama dengan Federasi Olahraga Domino (ORADO) Kota Medan dan Sumatera Utara dibuka Ketua ORADO Sumut juga Ketua Karang Taruna Kota Medan Yopie HI Batubara SE didampingi Ketua ORADO Kota Medan Erwinsyah Simanjuntak dan Camat Medan Kota Muhammad Andi Syahputra SSTP MAP.
"Selain berkompetisi fair dengan peraturan sesuai standar nasional, sasaran kejuaraan ini tentu saja mempererat silaturahmi sesama penghobi domino di Medan dan klub-klub domino sekitarnya," kata Yopie.
Dengan kejuaraan ini, Yopie berharap muncul bibit-bibit atlet domino berbakat untuk dipromosikan ke tingkat Kota Medan, Sumut, bahkan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
"Meski sebagai pelepas hobi, tetap saja kejuaraan ini fokus pada sasaran lebih serius mencari bibit-bibit atlet domino yang bisa dipromosikan tingkatan lebih tinggi. Kita berharap tim ORADO manfaatkan momen ini merekrut anggota sebanyak-banyaknya," kata Yopie.
Camat Medan Kota Muhammad Andi Syahputra SSTP MAP selaku perwakilan Pemerintah Kota (Pemkot) Medan sangat mengapresiasi atas digelar kejuaraan domino ini.
Bahkan, dirinya juga turut sebagai peserta dalam kejuaraan yang memperebutkan piala bergilir Ketua Karang Taruna Kota Medan Yopie HI Batubara SE.
"Saya pikir permainan domino ini diminati oleh semua kalangan. Kami juga ikut sebagai peserta, karena permainan ini tidak pandang status sosial," tegas Andi.
Dalam kejuaraan itu, tim peserta tidak hanya berasal dari tim ORADO Medan, bahkan juga berasal dari tim ORADO Deli Serdang, tim ORADO Binjai, tim ORADO Asahan, dan lainnya.
"Siapa saja bisa ikut, karena permainan ini sangat akrab di masyarakat. Kita sangat mengapresiasi Karang Taruna Kota Medan yang menggelar kejuaraan ini," kata Andi Syahputra.
Pewarta: Muhammad Said
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.