Dalam kesempatan itu, Pewarta Foto Indonesia (PFI) menggelar doa bersama untuk lima jurnalis dan tiga kru kapal hilang kontak di perairan Selat Sunda, saat melakukan peliputan Gunung Anak Krakatau, sejak Senin (7/9/2026).

Dwi mengatakan doa bersama tersebut menjadi bentuk dukungan moral bagi para jurnalis yang masih dalam proses pencarian serta keluarga yang menunggu kepastian kondisi mereka.

"Malam ini doa bersama dari Pewarta Foto Indonesia untuk kawan-kawan kami yang meliput di Gunung Anak Krakatau. Harapannya, semoga kawan-kawan kami selamat, sehat, dan kembali ke keluarga," kata Dwi.

Dwi mengatakan, kegiatan tersebut dihadiri sejumlah perwakilan keluarga serta insan pers dari berbagai media massa. PFI juga terus melakukan pendampingan kepada keluarga melalui perwakilan dan perusahaan media masing-masing.

Dia mengajak seluruh insan pers dan masyarakat untuk memberikan dukungan moral serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait proses pencarian.

Dido juga menyampaikan apresiasi kepada tim gabungan Basarnas, Polri, TNI, serta pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang terlibat dalam proses pencarian.

Menurut dia, proses pencarian tersebut diharapkan dapat memberikan titik terang sekaligus menjadi pembelajaran untuk memperkuat edukasi dan mitigasi kebencanaan, termasuk bagi jurnalis yang bertugas di wilayah berisiko.

PFI, kata dia, juga berharap agar pengalaman tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara insan pers, pemerintah, dan berbagai lembaga dalam meningkatkan pemahaman mengenai keselamatan jurnalis saat menjalankan tugas peliputan di wilayah rawan bencana.

"Kami juga berterima kasih kepada semua tim gabungan melalui Basarnas, Polri, dan TNI, beserta pemerintah provinsi dan pemerintah pusat yang selama ini telah mengembangkan pencarian teman-teman kami, dan semoga ada titik terang," tandas dia.