Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - Petani tebu dari berbagai daerah menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman atas program yang memberikan manfaat nyata bagi peningkatan produktivitas tebu dan kesejahteraan.

Salah satu program yang mendapat apresiasi adalah program bongkar ratoon karena mampu mendorong peremajaan tanaman tebu, sehingga produktivitas lahan dapat terus ditingkatkan.

"Program bongkar ratoon, bantuan bibit gratis, hingga pengolahan lahan tanpa biaya sangat membantu kami meningkatkan produktivitas," kata perwakilan petani tebu Sunardi Edy Sukamto, dalam keterangan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) di Surabaya, Jumat.

Selain bongkar ratoon, pemerintah melalui Kementerian Pertanian juga memberikan dukungan besar kepada sektor pertanian termasuk melalui alokasi anggaran sekitar Rp9 triliun untuk mendukung peningkatan produktivitas.

Dukungan tersebut diwujudkan dalam penyediaan bibit tebu unggul secara gratis serta bantuan pengolahan lahan tanpa biaya bagi petani, sehingga mampu mengurangi beban biaya budidaya sekaligus meningkatkan semangat petani dalam mengembangkan usaha tani tebu.

Sunardi pun berharap pemerintah terus melanjutkan dukungan terhadap sektor pergulaan termasuk melalui peningkatan mekanisasi pertanian sehingga pelaksanaan di lapangan lebih cepat, efisien, dan biaya produksi dapat ditekan.

Para petani optimistis dengan keberlanjutan dukungan pemerintah serta sinergi antara petani, pemerintah, dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) maka target percepatan swasembada gula nasional dapat diwujudkan.

Mereka menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan produktivitas dan kualitas tebu sebagai kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan Indonesia.

"Insya Allah, kami berharap tahun depan Bapak Menteri Pertanian dapat kembali memberikan bantuan berupa traktor kepada kelompok tani sehingga produktivitas petani semakin meningkat," ujar Sunardi.

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.