Bandung (ANTARA) - Perum Perumnas Samesta Pasadana melibatkan warga memilah sampah rumah tangga sebelum diolah melalui fasilitas tempat pengolahan sampah reduce, reuse, recycle (TPS3R) yang telah tersedia di kawasan tersebut.

Kepala Unit Pemasaran Perumnas Pasadana Rio Rama Nujam di Bandung, Jabar, Sabtu, mengatakan pemilahan sampah menjadi kegiatan yang didorong, salah satunya dalam rangkaian Pesta Rakyat melalui perlombaan yang melibatkan warga.

"Jadi dengan adanya pilah sampah ini, kami ingin merayakan kemerdekaan itu dengan memiliki value positif yang nyata karena itu aspek lingkungan yang menjadi tanggung jawab dari sisi warga dan juga sama-sama Perumnas Pasadana dan pemerintah lingkungan sekitar," katanya.

Ia mengatakan kegiatan tersebut sekaligus ditujukan membiasakan warga memilah sampah sejak dari rumah dan memahami bahwa limbah rumah tangga dapat memiliki nilai ekonomi.

Perumnas Samesta Pasadana telah memiliki TPS3R untuk memisahkan sampah yang dapat didaur ulang dengan sampah yang tidak dapat dimanfaatkan kembali, sekaligus mengedukasi warga karena sampah rumah tangga menjadi salah satu sumber sampah.

"Kami itu di sini sudah memiliki TPS 3R sendiri. Jadi pengelolaan sampah itu kami bisa pilah sehingga ke depannya ini warga kita tetap kami edukasi untuk bisa mengelola terhadap sampah dari rumah tangga," katanya.

Ia menyebut warga memilah sampah seperti plastik dan botol untuk masuk kategori sampah yang dapat didaur ulang melalui dua tempat sampah di setiap rumah atau unit yang sudah disediakan untuk memisahkan sampah organik dan anorganik.

Setelah dipilah, sampah tersebut akan masuk ke TPS3R, sementara sampah rumah tangga dari sisa memasak akan dikelola agar dapat dimanfaatkan menjadi pupuk.

"Kemudian sampah yang setelah dipilah itu kita akan kelola dan masuk ke TPS 3R kita. Jadi makanya kenapa setiap di rumah-rumah atau unit. Ada sampah organik dan anorganik," ujarnya.

Pengelolaan sampah tersebut juga menjadi bagian dari Pesta Rakyat Pasadana yang sudah dimulai sejak awal Agustus dengan melibatkan pelaku UMKM.

Ia menyebut jumlah UMKM yang berpartisipasi hampir 100 pelaku usaha, sedangkan tiket kegiatan yang telah terjual mencapai sekitar 6.000 tiket.

"Untuk UMKM sendiri, kurang lebih secara total keseluruhan hampir 100 lah, ratusanlah. Peserta yang terlibat. Secara tiket yang berhasil terjual kurang lebih sekitar enam ribu tiket," katanya.

Perumnas Pasadana berencana mengembangkan pengelolaan sampah plastik dan sistem TPS3R secara lebih masif setelah kegiatan tersebut, sehingga pemilahan sampah dapat terus dilakukan warga dan tidak berhenti pada perlombaan perayaan kemerdekaan saja.

Sebelumnya, Bupati Bandung Dadang Supriatna mengajak masyarakat untuk turut melakukan pemilahan sampah dari rumah dengan memisahkan sampah organik, anorganik, serta sampah yang memiliki nilai ekonomi.

"Urusan sampah bukan hanya urusan pemerintah saja, tapi urusan sampah adalah urusan semua warga dan seluruh pihak yang ada di sekelilingnya," ucapnya.

Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.