Bandung (ANTARA) - Perumda Air Minum Tirta Raharja di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menyiapkan 64 toren (tangki air) berkapasitas rata-rata 5.000 liter untuk menjaga pasokan air bersih bagi konsumen apabila dampak musim kemarau semakin meluas.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Raharja Teddy Setiabudi di Cimahi, Selasa, mengatakan pihaknya telah memasang 20 toren di sejumlah wilayah kritis dengan elevasi tinggi karena berpotensi mengalami gangguan distribusi ketika debit air baku menurun.
"Daerah-daerah yang relatif kritis, misalnya lokasi pelanggan yang berada di titik tinggi dibanding yang lain, kita antisipasi dengan penyediaan toren yang terdekat. Kemudian juga kita sediakan suplai melalui armada tangki," katanya.
Ia menjelaskan bahwa saat ini 20 toren telah dipasang di sejumlah wilayah, antara lain Ciwidey, Soreang, Banjaran, dan sekitarnya, sebagai langkah awal mengantisipasi dampak penurunan debit air baku selama musim kemarau.
Jumlah toren tersebut akan terus ditambah apabila kondisi kemarau semakin memburuk dengan target pemasangan 64 toren berkapasitas rata-rata 5.000 liter yang akan ditempatkan di titik-titik prioritas.
Menurut dia, langkah tersebut penting sebagai antisipasi apabila penurunan kapasitas air baku di suatu wilayah mencapai 25 hingga 50 persen atau memasuki kategori waspada.
"Saat nanti masuk ke bulan Agustus dan September ini apabila kondisi penurunan kapasitas air kita sudah lebih dari 25 persen sampai 50 persen, kita sudah mulai ke kondisi waspada," tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, pihaknya menyebut toren tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi pelanggan PDAM, tetapi juga dapat dimanfaatkan masyarakat di sekitar lokasi pemasangan sebagai sumber air bersih sementara ketika distribusi melalui jaringan perpipaan.
Penentuan lokasi pemasangan toren dilakukan berdasarkan skala prioritas hasil koordinasi dengan pemerintah wilayah, mulai dari kecamatan, desa, hingga RT dan RW.
Pemetaan tersebut difokuskan pada kawasan dengan elevasi tinggi yang paling membutuhkan pasokan air bersih akibat kendala distribusi.
"Jadi pemasangan toren sendiri bukan PDAM yang menentukan sendiri, tetapi juga bersama aparat setempat, terutama kecamatan, desa ataupun RT/RW setempat," ujarnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, Perumda Tirta Raharja berharap kebutuhan air bersih masyarakat Kabupaten Bandung tetap dapat terpenuhi selama musim kemarau, meski pasokan air baku mengalami penurunan.
Pewarta: Ilham Nugraha
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.