Bandung (ANTARA) - Pertumbuhan industri fashion Indonesia yang didorong oleh pesatnya perdagangan digital turut meningkatkan kebutuhan terhadap pasokan bahan baku tekstil berkualitas. Kondisi tersebut membuka peluang bagi industri pendukung, termasuk toko bahan kaos Bandung, untuk memenuhi kebutuhan pelaku usaha yang terus berkembang.
Berdasarkan Statista Market Insights, pendapatan pasar fashion e-commerce Indonesia diproyeksikan mencapai sekitar 10,35 miliar dolar AS pada 2026 dan diperkirakan terus bertumbuh hingga 2030. Tren tersebut mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap produk fashion sekaligus berkembangnya ekosistem industri pendukungnya.
Seiring bertambahnya jumlah UMKM, konveksi, dan brand lokal yang memanfaatkan platform digital untuk memasarkan produknya, kebutuhan terhadap bahan baku dengan kualitas yang konsisten juga semakin meningkat. Selain desain, konsumen kini semakin memperhatikan kenyamanan bahan, daya tahan kain, dan kualitas produk secara keseluruhan.
Pelaku industri menilai keberadaan pemasok maupun toko bahan kaos Bandung berperan penting dalam menjaga kelancaran rantai pasok. Ketersediaan stok, variasi jenis kain, serta distribusi yang lancar menjadi faktor yang membantu pelaku usaha menjaga kualitas sekaligus memenuhi permintaan pasar.
Salah satu pelaku usaha di sektor tersebut, Knitto Textiles, menyatakan terus memperkuat kapasitas produksinya untuk mendukung kebutuhan industri fashion nasional. Perusahaan yang memiliki fasilitas produksi mulai dari proses knitting, dyeing, hingga finishing itu menyediakan berbagai jenis bahan kaos seperti Cotton Combed, Cotton Carded, CVC, Cotton Bamboo, hingga TENCEL™ Modal Blended with Cotton yang digunakan oleh pelaku UMKM, konveksi, hingga brand lokal di berbagai daerah.
Menurut perusahaan, dukungan terhadap industri tidak hanya dilakukan melalui penyediaan bahan baku, tetapi juga kemudahan pembelian dalam jumlah kecil, layanan konsultasi, serta distribusi ke berbagai wilayah Indonesia sehingga dapat menjangkau pelaku usaha dengan skala produksi yang beragam.
Dengan prospek industri fashion yang masih positif, kolaborasi antara pelaku usaha dan penyedia bahan baku dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat daya saing produk lokal sekaligus mendorong pertumbuhan industri fashion Indonesia secara berkelanjutan.
Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.