Pertamina NRE-IDM menerapkan netral karbon di kawasan wisata Borobudur

Senin, 5 Oktober 2026 16:50 WIB

Image Print

Direktur Utama PT Pertamina New & Renewable Energy John Anis (keempat kiri) memukul gong sebagai tanda peresmian kerja sama pengembangan zona carbon neutal di kawasan Borobudur, Kabupaten Magelang. ANTARA/Heru Suyitno

Magelang (ANTARA) - Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) bersama Injourney Destination Management (IDM) menerapkan konsep netral karbon di kawasan wisata Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, sebagai upaya mendorong pengelolaan destinasi wisata yang lebih ramah lingkungan.

Direktur Utama PT Pertamina New & Renewable Energy John Anis di Magelang, Senin, mengatakan pengembangan ekosistem netral karbon di kawasan Borobudur melibatkan berbagai pihak, mulai dari pengelola kawasan, pemerintah daerah, masyarakat, hingga pelaku usaha.

Menurut dia, kolaborasi tersebut diperlukan untuk membangun ekosistem pariwisata yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan pelestarian warisan budaya.

"Ide ini adalah memberikan kesempatan seluas-luasnya dan semudah-mudahnya kepada teman-teman yang mau berpartisipasi, baik domestik maupun internasional, secara konkret," katanya.

Ia menjelaskan penerapan konsep tersebut dilakukan melalui berbagai upaya, termasuk pengembangan pembangkit listrik yang lebih ramah lingkungan serta peningkatan konservasi alam di kawasan Borobudur.

Ia mengatakan konsep netral karbon di kawasan wisata Borobudur diharapkan dapat memberikan ruang bagi wisatawan dan berbagai pihak untuk ikut berkontribusi dalam upaya menjaga lingkungan.

Direktur Operasi Injourney Destination Management Indung Purwita Jati mengatakan pengunjung kawasan Candi Borobudur dapat berkontribusi secara sukarela melalui pembelian kredit karbon yang terintegrasi dengan tiket masuk secara daring.

"Secara teknis nanti akan ada kontribusi bagi para pengunjung yang berkunjung di kawasan Candi Borobudur dalam bentuk rupiah untuk tiket online. Kontribusi ini diberlakukan secara sukarela," katanya.

Ia mengatakan kontribusi tersebut menjadi bagian dari upaya penerapan konsep netral karbon sekaligus meningkatkan kesadaran pengunjung mengenai pentingnya pengurangan emisi karbon dan pelestarian lingkungan.

Dalam program tersebut, kontribusi sukarela yang ditawarkan kepada pengunjung sebesar Rp6.000 melalui tiket masuk.

Seorang pengunjung Candi Borobudur, Heni Agus Ningtyas, menyambut baik penerapan konsep netral karbon di kawasan wisata tersebut.

Ia berharap program tersebut dapat mendorong upaya menjaga lingkungan, mengurangi emisi dan sampah, serta meningkatkan penggunaan energi bersih.

"Semoga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dan menjaga Borobudur agar lebih bersih dalam jangka panjang," katanya.

Ia mengatakan pengembangan ekosistem netral karbon di kawasan Candi Borobudur diharapkan dapat menjadi salah satu contoh penerapan prinsip keberlanjutan di destinasi wisata prioritas lainnya di Indonesia.

Upaya tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap proses dekarbonisasi melalui pengurangan emisi karbon sekaligus menjaga keberlanjutan kawasan wisata dan lingkungan di sekitar Candi Borobudur.

Baca juga: Pemkot Magelang siapkan pusat lokasi aktivitas warga di kawasan utara

Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.