Pertamina hentikan operasional SPBU Jenderal Sudirman di Kudus karena belum penuhi SOP

Rabu, 5 Agustus 2026 20:05 WIB

Image Print

Sejumlah pengendara yang hendak membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU 44.593.22 di Jalan Jenderal Sudirman Kudus, Jawa Tengah, belum bisa dilayani, sehingga mereka langsung meninggalkan lokasi, Rabu (5/8/2026). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.

Kudus (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menghentikan sementara operasional SPBU 44.593.22 di Jalan Jenderal Sudirman Kudus, Jawa Tengah, karena belum memenuhi standar operasional prosedur (SOP) selama beberapa waktu terakhir.

"Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen Pertamina Patra Niaga dalam menjaga kualitas layanan, keamanan, dan standar operasional penyaluran BBM kepada masyarakat," kata Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah Taufiq Kurniawan menanggapi penghentian sementara layanan di SPBU 44.593.22 Jalan Jenderal Sudirman Kudus, Rabu.

Ia mengungkapkan Pertamina Patra Niaga telah menyampaikan kepada pengelola SPBU mengenai sejumlah perbaikan yang harus dipenuhi sebagai syarat pembukaan kembali, mencakup beberapa aspek sesuai ketentuan yang berlaku.

Pertamina Patra Niaga membuka ruang bagi pengelola SPBU untuk melakukan perbaikan dan akan melakukan evaluasi kembali setelah seluruh persyaratan terpenuhi.

Selama masa penutupan, masyarakat di sekitar lokasi tetap dapat memperoleh BBM melalui SPBU terdekat, yaitu SPBU 44.593.23 yang berjarak sekitar 450 meter dan SPBU 44.593.25 yang berjarak sekitar 2 kilometer dari lokasi.

Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus memastikan seluruh SPBU yang beroperasi memenuhi standar kualitas dan keselamatan demi kenyamanan dan keamanan konsumen.

Sementara itu, Manajer SPBU Mansur Syah mengungkapkan penghentian operasional bukan disebabkan oleh kendala pasokan BBM, melainkan karena SPBU belum memenuhi seluruh persyaratan dalam program audit kelayakan yang diwajibkan Pertamina.

"Harus mengikuti program PASTI PAS. Kami sebelumnya belum mendaftar dan baru mengikuti audit. Masih banyak fasilitas yang belum lengkap, sehingga mulai hari ini (5/8) kami melengkapinya. Mudah-mudahan dalam pekan ini selesai semua," ujarnya.

Ia menargetkan pada pekan ini upaya melengkapi sejumlah fasilitas yang disyaratkan bisa terpenuhi, sehingga pekan ini bisa beroperasi kembali.

Ia menjelaskan sejumlah kekurangan yang sedang dilengkapi di antaranya pemasangan stiker informasi CCTV yang baru selesai dicetak serta pengecatan kembali sejumlah fasilitas yang terlihat kusam. Selain itu, SPBU juga tengah melengkapi fasilitas Non Fuel Retail (NFR) yang sebelumnya belum tersedia.

Mansur mengungkapkan pihaknya sebenarnya pernah mengikuti audit sebelumnya, namun belum memenuhi standar yang ditetapkan. Karena merasa fasilitas yang dimiliki saat itu belum memenuhi persyaratan, pengelola memilih mendaftarkan ulang untuk mengikuti audit pada bulan ini.

"Kemarin ada tinjauan dari tim Pertamina dan kami diminta mengikuti audit kembali. Karena fasilitas kami memang belum memenuhi syarat, akhirnya kami daftar ulang untuk audit bulan ini," ujarnya.

Meski operasional dihentikan sementara, Mansur memastikan pasokan BBM di SPBU tetap dalam kondisi aman dan tidak mengalami kekurangan stok. Hingga Rabu pagi, stok Pertalite di tangki satu mencapai 18.000 liter dan tangki dua 25.000 liter. Sementara stok Pertamax sebanyak 10.000 liter, Pertamina Dex 4.200 liter, dan Pertamax Turbo 3.500 liter.

Ia menambahkan, rata-rata penyaluran BBM di SPBU tersebut mencapai sekitar 14.000 liter per hari.

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.