Pertamina dan Kebun Raya Pucak eksplorasi flora di Kabupaten Bone

Sabtu, 3 Oktober 2026 19:44 WIB

Image Print

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin bersama UPT Kebun Raya Pucak melakukan eksplorasi dan konservasi flora Sulawesi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. (ANTARA/HO-Hunas Pertamina Regional Sulawesi)

Palu (ANTARA) - Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin bersama UPT Kebun Raya Pucak melakukan eksplorasi dan konservasi flora Sulawesi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, sebagai upaya mendukung pelestarian keanekaragaman hayati.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 8-9 September 2026 tersebut merupakan bagian dari program Hutan Pertamina Hasanuddin untuk mengenali potensi flora, mendokumentasikan keberadaannya, serta mengidentifikasi tanaman yang berpotensi dikembangkan sebagai koleksi di Kebun Raya Pucak.

Sebelum melakukan eksplorasi, lima perwakilan Pertamina Patra Niaga AFT Hasanuddin dan 11 perwakilan UPT Kebun Raya Pucak melakukan koordinasi dengan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Cenrana.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai karakteristik kawasan sekaligus menentukan lokasi yang sesuai untuk kegiatan eksplorasi dengan tetap memperhatikan aspek konservasi dan kondisi habitat.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Lilik Hardiyanto mengatakan kegiatan eksplorasi merupakan langkah untuk mendukung pelestarian keanekaragaman hayati sekaligus memperkuat kolaborasi dengan lembaga konservasi dan pengelola kawasan hutan.

"Melalui program Hutan Pertamina Hasanuddin, kami ingin turut menjaga kekayaan flora lokal agar dapat terus dipelajari, dikonservasi, dan dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat," ujarnya.

Ia mengatakan kolaborasi dengan UPT Kebun Raya Pucak dan KPH Cenrana menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan konservasi dilakukan dengan memperhatikan kondisi habitat dan prinsip pelestarian lingkungan.

Lilik mengatakan kegiatan tersebut juga sejalan dengan kontribusi Pertamina terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 15 tentang Ekosistem Daratan dan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

"Dari tiga titik lokasi eksplorasi, tim berhasil memperoleh enam jenis flora yang selanjutnya dibawa ke UPT Kebun Raya Pucak untuk mendapatkan perawatan," katanya.

Enam jenis flora tersebut yakni Clitoria ternatea (Fabaceae) atau bunga telang, Artocarpus elasticus (Moraceae) atau tarro', Artocarpus altilis (Moraceae) atau baka' atau sukun, Premna serratifolia (Lamiaceae) atau buas-buas, Aegle marmelos (Rutaceae) atau maja, serta Aleurites moluccanus (Euphorbiaceae) atau kemiri.

Tanaman hasil eksplorasi tersebut selanjutnya mendapatkan perawatan di UPT Kebun Raya Pucak sebelum dikembangkan menjadi bagian dari koleksi tanaman sesuai dengan kriteria dan ketentuan konservasi.

Kepala UPT Kebun Raya Pucak Thamrin mengatakan hasil eksplorasi menjadi salah satu tahapan penting dalam mendukung fungsi kebun raya sebagai lembaga konservasi tumbuhan secara ex-situ.

"Kami berterima kasih kepada Pertamina karena kegiatan eksplorasi ini membangun sinergi dalam menjaga dan menggali potensi flora untuk kemudian dikembangkan di Kebun Raya Pucak," katanya.

Ia berharap program Hutan Pertamina Hasanuddin dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak tanaman koleksi maupun nonkoleksi yang dapat dikonservasi di Kebun Raya Pucak.

Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menambah koleksi tanaman, tetapi juga memperkuat fungsi Kebun Raya Pucak sebagai pusat konservasi, penelitian, pendidikan, dan wisata berbasis keanekaragaman hayati.

Kolaborasi Pertamina, UPT Kebun Raya Pucak, dan KPH Cenrana menjadi bagian dari upaya menjaga kekayaan flora Sulawesi melalui kegiatan eksplorasi dan konservasi secara berkelanjutan.

Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026