Rabu, 22 Juli 2026 - 02:08 WIB
VIVA – Timnas Indonesia memasang target tinggi di ASEAN Championship 2026 atau Piala AFF 2026. Setelah puluhan tahun hanya menjadi langganan runner-up, skuad Garuda kini bertekad mengakhiri kutukan tanpa gelar bersama pelatih anyar John Herdman.
Baca Juga
Namun, sebelum memikirkan trofi juara, Herdman sadar timnya harus melewati ujian berat sejak fase grup. Pelatih asal Inggris itu bahkan secara terbuka menunjuk Vietnam sebagai lawan paling berbahaya yang harus dihadapi Indonesia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, dan Timor Leste. Di atas kertas, Vietnam menjadi unggulan utama setelah datang dengan status juara bertahan.
Baca Juga
Herdman menilai Vietnam memiliki banyak keuntungan dibanding peserta lain. Selain mempertahankan kerangka tim juara, Golden Star Warriors juga sudah memulai persiapan lebih awal.
Menurutnya, kontinuitas pelatih Kim Sang-sik menjadi salah satu faktor yang membuat Vietnam tetap berada di level tertinggi Asia Tenggara.
Baca Juga
"Saya pikir Vietnam adalah favorit di turnamen ini. Mereka sudah menjadi juara, mereka tahu bagaimana caranya menang," ujar Herdman.
Pelatih berusia 50 tahun itu juga menyoroti keberhasilan Vietnam mempertahankan pemain-pemain inti sekaligus menambah kekuatan melalui pemain diaspora dan naturalisasi.
"Mereka memulai persiapan sejak akhir Juni. Mereka punya pelatih yang sudah lama bersama tim, grup inti yang solid, dan sekarang menambah pemain diaspora. Itu membuat mereka semakin kuat," katanya.
Meski mengakui kualitas Vietnam, Herdman menegaskan Timnas Indonesia sama sekali tidak gentar.
Baginya, menghadapi tim terbaik di Asia Tenggara justru menjadi kesempatan emas untuk mengukur sejauh mana perkembangan skuad Garuda yang sedang dibangunnya.
"Kami justru bersemangat menghadapi mereka. Itu lawan yang bagus untuk menguji kemampuan tim kami," ucap mantan pelatih Timnas Kanada tersebut.
Herdman juga mengingatkan anak asuhnya agar tidak terbebani target besar. Fokus utama, menurutnya, adalah memenangkan setiap pertandingan satu per satu.
"Tidak perlu memikirkan terlalu jauh. Fokus kami sekarang adalah satu pertandingan, lalu lanjut ke pertandingan berikutnya," tegasnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Punya Cara Berbeda
Banyak yang menilai persiapan Indonesia kurang ideal karena baru menggelar pemusatan latihan pada awal Juli, sementara Vietnam sudah lebih dulu berkumpul sejak Juni.
Halaman Selanjutnya
Namun Herdman menepis anggapan tersebut. Ia menilai setiap negara memiliki metode persiapan yang berbeda sesuai kebutuhan tim.