Kabupaten Bengkulu Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu, secara berkala melakukan sosialisasi dan edukasi kepada siswa sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) di wilayah tersebut mengenai dampak negatif perkawinan usia anak.

"Penyuluhan di sekolah diharapkan tidak sekadar memberikan larangan, tetapi juga membangun pemahaman mengenai tanggung jawab dan kesiapan yang harus dimiliki sebelum memasuki kehidupan berkeluarga," kata Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Pemkab Bengkulu Tengah Ayatul Mukhtadin di Bengkulu Tengah, Kamis.

Menurut Ayatul, perkawinan pada usia terlalu muda dapat menimbulkan berbagai risiko apabila pasangan belum memiliki kesiapan dari sisi pendidikan, mental, ekonomi, maupun kesehatan.

Ia mengatakan ketidaksiapan tersebut dapat berdampak terhadap kehamilan, pola pengasuhan, serta pemenuhan kebutuhan anak. Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan risiko terjadinya stunting pada anak.

Untuk mencegah perkawinan usia anak, pemerintah kabupaten melibatkan penyuluh keluarga berencana (KB), tenaga kesehatan, penyuluh agama, serta pihak sekolah dalam memberikan edukasi kepada siswa.

"Selain pencegahan perkawinan usia anak, pemerintah juga mendorong masyarakat memahami pentingnya pencatatan perkawinan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," ujarnya.

Ayatul mengatakan pencatatan perkawinan secara resmi penting karena memberikan kepastian administrasi sekaligus perlindungan terhadap hak keluarga dan anak.

Oleh karena itu, kata dia, siswa perlu mendapatkan edukasi dan pemahaman mengenai risiko perkawinan usia anak serta tanggung jawab yang harus dipenuhi setelah berkeluarga.

Sementara itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Bengkulu Tengah terus memperkuat pembinaan melalui Penyuluh Keluarga Berencana (PLKB), Tim Pendamping Keluarga (TPK), dan Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP).

"Kami juga memberikan edukasi mengenai gizi melalui program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT)," kata Kepala DP3AP2KB Kabupaten Bengkulu Tengah Gunawan Suryadi.

Pewarta: Anggi Mayasari
Editor : Anom Prihantoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.