Jambi (ANTARA) - PT Triputra Agro Persada Tbk (TAP) melalui anak usahanya PT Brahma Binabakti (BBB) di Sekernan, Muaro Jambi, membangun sistem pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan melibatkan Kelompok Tani Peduli Api (KTPA).

"Pendekatan tersebut dilakukan jauh sebelum muncul titik api dalam menghadapi karhutla dengan pendekatan tiga pilar, yaitu preventif, promotif, dan kolaboratif, mulai dari SOP, kesiapan personel dan sarana, serta patrol rutin," kata Estate Manager BBB Timbul Simbolon di Jambi, Senin.

Bentuk kolaborasi dengan Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) di antaranya adalah BBB melaksanakan patroli setiap pekan. Sedangkan patroli lainnya dilakukan bersama unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) sebanyak dua kali dalam sebulan.

Perusahaan juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, serta bekerja sama dengan desa binaan melalui KTPA dan Desa Makmur Peduli Api (DMPA) agar potensi kebakaran dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.

Kesiapsiagaan karhutla di PT BBB didukung dua Satgas Karhutla. Terdapat empat regu inti dengan beranggotakan 60 personel, dan 12 regu pendukung dengan total 120 personel.

"Kesiapan tersebut diperkuat delapan regu KTPA beranggotakan 80 anggota masyarakat," kata Timbul.

Untuk mendukung respon di lapangan, BBB menyiapkan dua gudang pemadam kebakaran (damkar), dua mobil damkar, 12 menara pantau api, 17 titik embung air serta dua unit drone. Kesiapan tersebut juga didukung empat regu yang bertugas memastikan kelengkapan sarana dan prasarana pemadaman tetap siap digunakan.

Kompetensi personel dijaga melalui pelatihan bersama Manggala Agni, sertifikasi satgas karhutla, simulasi pemadaman api, hingga patroli gabungan bersama pemerintah, aparat keamanan dan masyarakat.

Warga Desa Suko Awin Jaya sebagai induknya, bisa menyosialisasikan pencegahan karhutla ke masyarakat maupun semua instansi terkait termasuk dalam perusahaan sendiri.

PT BBB menerapkan "Early Warning System" (EWS) hotspot berbasis deteksi satelit. Informasi titik panas disampaikan secara langsung melalui notifikasi email berupa peta dan titik koordinat, lengkap dengan status kewaspadaan berdasarkan jarak titik panas terhadap konsesi.

Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui 'ground check' oleh petugas lapangan. Patroli juga dilakukan berdasarkan tingkat kerawanan atau 'Fire Danger Rating' (FDR), dengan frekuensi disesuaikan dari kondisi rendah hingga ekstrem.

Ia menambahkan bahwa sepanjang 2026 BBB tercatat telah empat kali turun memadamkan api di luar area konsesi perusahaan yakni pada 1 Agustus 2026 di Desa Suko Awin Jaya Km 61, 2 Agustus di Desa Suko Awin Jaya, 20 Agustus di Desa Suko Awin Jaya Km 69, dan 22 Agustus di lahan masyarakat Desa Kaos.

Pihaknya juga telah melaksanakan sosialisasi mengenai penanggulangan karhutla, dan sekaligus pembagian alat pemadam kebakaran. Hal itu menjadi salah satu bentuk dari tindakan nyata PT Brahma Binabakti dalam hal membantu pencegahan karhutla khususnya di Kecamatan Sekernan.

PT BBB juga merangkul desa sekitar melalui program DMPA serta skema 'Reward Desa Bebas Kebakaran' yang telah berjalan lima tahun.

Salah satu penerimanya adalah Desa Suak Putat, Kecamatan Sekernan, yang tahun ini menerima reward senilai Rp50 juta karena nihil kejadian karhutla sepanjang 2025.

Dana tersebut dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk pengembangan peternakan sapi dan koperasi simpan pinjam bagi warga.

Sekretaris Desa Suak Putat Didik Juwiyanto mengatakan dukungan BBB tidak hanya berupa bantuan fisik maupun CSR, tetapi juga edukasi bagi masyarakat. "Reward itu kami serahkan ke BUMDes.

"Dikelola bukan hanya untuk sapi, tetapi juga koperasi simpan pinjam yang gunanya untuk masyarakat. Jadi bukan hanya pemerintah desa, masyarakat juga bisa meminjam dan merasa terbantu," jelas Didik.

PT BBB juga menyalurkan bantuan sarana pemadam kebakaran berupa mesin Alkon, selang hisap, selang keluar, nozzle, dan adaptor ke desa-desa sekitar perusahaan.

"Jangan sampai terjadi kebakaran, tetapi antisipasinya sudah ada. Kami juga pernah ikut membantu perusahaan memadamkan kebakaran di desa sebelah. Jadi pemerintah desa berkolaborasi," ujar Didik.

Rangkaian program tersebut merupakan bagian dari komitmen TAP Untuk Negeri inisiatif keberlanjutan TAP Group yang menghubungkan perlindungan lingkungan, peran aktif masyarakat, dan penguatan ekonomi desa secara berkelanjutan.

Pewarta: Nanang Mairiadi
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.