CNN Indonesia

Rabu, 19 Agu 2026 07:30 WIB

Ilustrasi makanan penutup
Ilustrasi. Ada beberapa tanda yang ditunjukan tubuh saat kamu kecanduan gula. (Jan Vasek/Jeshoots)

Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Tanda tubuh kecanduan gula bisa terlihat dari kebiasaan yang tampak sepele, seperti selalu ingin mengonsumsi makanan atau minuman manis.

Rasa manis memang dapat memberikan kenikmatan dan membuat suasana hati terasa lebih baik. Namun, jika konsumsi gula dilakukan secara berlebihan dan terus-menerus, kebiasaan tersebut dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Gula, terutama gula tambahan yang banyak ditemukan dalam makanan dan minuman olahan, dapat memengaruhi sistem penghargaan di otak. Saat mengonsumsi makanan manis, otak melepaskan dopamin, yaitu neurotransmiter yang berkaitan dengan rasa senang dan kepuasan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sensasi tersebut dapat membuat seseorang ingin mengonsumsi makanan manis lagi. Jika kebiasaan ini berlangsung terus-menerus, keinginan terhadap gula dapat semakin kuat sehingga seseorang merasa sulit mengontrol konsumsinya.

Meski demikian, istilah 'kecanduan gula' tidak secara resmi dikategorikan sebagai diagnosis medis seperti kecanduan zat tertentu. Keinginan kuat terhadap makanan manis lebih tepat dipahami sebagai pola makan dan perilaku yang dapat menjadi sulit dikendalikan.

Tanda tubuh kecanduan gula

Lantas, bagaimana mengetahui apakah konsumsi gula sudah menjadi kebiasaan yang sulit dikendalikan? Berikut sejumlah tanda yang perlu diperhatikan, melansir IHC:

1. Selalu ingin makanan atau minuman manis

Keinginan kuat untuk mengonsumsi makanan manis, bahkan ketika sebenarnya tidak lapar, bisa menjadi tanda pola konsumsi gula yang berlebihan. Misalnya, seseorang merasa harus minum minuman manis setelah makan atau selalu mencari camilan manis pada waktu tertentu.

Pilihan Redaksi

  • Bukan 150 Menit, Jalan Kaki dengan Durasi Ini Bisa Bakar Lemak Perut
  • Awas, Lemak Perut Bisa Picu Diabetes hingga Penyakit Jantung
  • Minum Kopi Tanpa Gula Setiap Hari, Intip 8 Manfaatnya Buat Tubuh

2. Mudah lelah

Makanan tinggi gula dapat memberikan energi dengan cepat. Namun, energi tersebut juga dapat diikuti penurunan kadar gula darah sehingga tubuh terasa lemas atau kurang bertenaga.

Jika sering merasa lelah meskipun sudah makan, pola makan secara keseluruhan perlu diperhatikan, termasuk jumlah gula yang dikonsumsi.

3. Sering lapar

Makanan dan minuman tinggi gula, terutama yang rendah protein dan serat, cenderung kurang memberikan rasa kenyang dalam waktu lama. Akibatnya, seseorang bisa kembali merasa lapar tidak lama setelah makan dan akhirnya lebih sering mengonsumsi camilan.

4. Sulit mengontrol porsi

Salah satu hal yang perlu diwaspadai adalah ketika seseorang sudah berniat mengurangi makanan manis, tetapi tetap sulit berhenti setelah mulai mengonsumsinya. Keinginan tersebut dapat membuat seseorang terus menambah porsi atau mencari makanan manis lainnya.

5. Perubahan suasana hati

Pola makan tinggi gula dapat berkaitan dengan perubahan energi dan kadar gula darah. Kondisi tersebut pada sebagian orang dapat disertai perubahan suasana hati, seperti mudah kesal atau merasa tidak nyaman ketika tidak mengonsumsi makanan manis.

Namun, perubahan mood juga dapat disebabkan oleh banyak faktor lain, termasuk stres dan kurang tidur.

6. Sulit berkonsentrasi

Rasa lelah dan perubahan energi dapat membuat seseorang merasa lebih sulit berkonsentrasi. Jika kondisi ini sering terjadi, jangan langsung menganggap gula sebagai satu-satunya penyebab. Pola tidur, stres, aktivitas fisik, serta asupan makanan secara keseluruhan juga perlu diperhatikan.

7. Berat badan sulit dikendalikan

Makanan dan minuman dengan gula tambahan umumnya dapat menyumbang banyak kalori. Jika dikonsumsi berlebihan dan tidak diimbangi aktivitas fisik, asupan kalori yang tinggi dapat menyebabkan berat badan bertambah. Dalam jangka panjang, kelebihan berat badan juga dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan.

8. Masalah pada gigi dan gusi

Gula merupakan salah satu faktor yang berperan dalam terjadinya kerusakan gigi. Bakteri di dalam mulut dapat menggunakan gula untuk menghasilkan asam yang merusak permukaan gigi.

Karena itu, terlalu sering mengonsumsi makanan atau minuman manis dapat meningkatkan risiko gigi berlubang jika tidak diikuti kebersihan mulut yang baik.

9. Tidur terganggu

Pola makan dan minum yang kurang sehat dapat memengaruhi kualitas tidur. Konsumsi makanan atau minuman manis, terutama menjelang waktu tidur, juga dapat menjadi bagian dari kebiasaan yang membuat pola tidur kurang teratur.

Jika sulit tidur atau sering terbangun pada malam hari, penting melihat kebiasaan secara keseluruhan, bukan hanya konsumsi gula.

(tis/tis)