Banda Aceh (ANTARA) - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI menyatakan bahwa Banda Aceh Colossal Coffee Experience (BACCE) 2026 masuk dalam 125 Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 untuk pertama kali, dan ini menjadi salah satu momentum atau upaya pelestarian budaya dan tradisi kopi Aceh.

"Event ini tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara sektor pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, dan masyarakat," kata Plt Deputi Bidang Pengembangan dan Penyelenggaraan Event Kemenpar RI, Hafiz Agung Rifa’i, di Banda Aceh, Sabtu.

Dirinya mengatakan, event yang mengangkat tradisi dan budaya kopi Aceh ini akhirnya masuk dalam 125 Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 Kementerian Pariwisata (perdana). Dan ini memperkuat posisi festival kopi tersebut sebagai salah satu agenda pariwisata berbasis budaya di Aceh.

Hafiz menyampaikan, terpilihnya event tersebut ke dalam KEN 2026 sebagai bentuk apresiasi terhadap komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh karena telah mengembangkan sektor pariwisata melalui pelestarian budaya dan tradisi kopi.

Dirinya berharap, event dengan identitas budaya yang kuat ini dapat meningkatkan kualitas kunjungan wisatawan, lama tinggal, serta belanja wisatawan di daerah.

“Kami ucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerinta Banda Aceh serta seluruh pihak berpartisipasi, konsisten, dan berkomitmen mengembangkan sektor pariwisata melalui penyelenggaraan event berbasis pelestarian budaya tradisi kopi ini," ujar Hafiz.

Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal mengatakan, budaya kopi telah menyatu dengan kehidupan masyarakat Aceh dan menjadi bagian dari ruang sosial sekaligus aktivitas ekonomi masyarakat.

“Kita ingin kopi itu tidak hanya dikenal karena rasa yang khas, tetapi juga karena cerita dibaliknya, budaya yang menyertainya, kreativitas baristanya, serta masyarakat yang menggantungkan harapan ekonomi dari industri kopi,” katanya.

Peserta membuat latte art pada Festival Budaya Ngopi Aceh 2026 di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Aceh, Jumat (18/9/2026). Festival yang menghadirkan sejumlah perlombaan, seperti saring kopi, latte art, home brewer, dan barista tersebut sebagai upaya mengenalkan serta melestarikan budaya ngopi Aceh sekaligus memperkuat potensi kopi lokal sebagai bagian dari pariwisata dan ekonomi kreatif daerah. ANTARAFOTO/Akramul Muslim/wpa. (ANTARA FOTO/AKRAMUL MUSLIM)


Baca juga: Sebelum didistribusikan, ini tahapan bibit Kopi Arabika 3 di Aceh Tengah

Melalui penyelenggaraan tersebut, Pemerintah Banda Aceh bersama Kemenpar ingin mendorong tradisi ngopi sebagai bagian dari kekayaan budaya yang dapat terus dikembangkan, sekaligus menjadi daya tarik wisata dan penggerak ekonomi kreatif daerah.

Diharapkan, festival kopi tersebut bisa memberikan dampak lebih luas terhadap ekosistem kopi Aceh, mulai dari petani, peracik, barista, hingga pelaku usaha.

"Pengembangan tersebut juga diarahkan pada promosi berkelanjutan, peluang investasi, dan hilirisasi produk kopi," demikian Illiza Sa'aduddin Djamal.

Sebagai informasi, BACCE 2026 ini mengangkat warisan kopi dari Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Aceh Barat, dan menghadirkan 120 pelaku UMKM, khususnya usaha warung kopi hingga kopi mobil.

Pewarta: Shafna
Editor : Febrianto Budi Anggoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.