AKURAT.CO Hubungan ekonomi Indonesia dan Amerika Serikat (AS) kian erat. Nilai perdagangan kedua negara mencapai USD32,34 miliar sepanjang Januari-Agustus 2026, tumbuh 11,82% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Di saat bersamaan, investasi Amerika Serikat di Indonesia juga meningkat menjadi USD3,4 miliar dalam tiga kuartal pertama tahun ini.

Capaian tersebut mempertegas posisi Amerika Serikat sebagai salah satu mitra ekonomi strategis Indonesia. AS kini menjadi tujuan ekspor terbesar kedua bagi produk Indonesia sekaligus menempati posisi keempat sebagai negara investor asing terbesar di Tanah Air.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah menyambut positif perkembangan perdagangan dan investasi tersebut. Menurutnya, hubungan ekonomi kedua negara masih memiliki ruang besar untuk berkembang, terutama melalui perluasan investasi dan penguatan kerja sama di sektor-sektor strategis.

Baca Juga: Restrukturisasi PTPN I, BP BUMN-Danantara Fokus pada Penyehatan dan Ekspansi Bisnis

Indonesia menyambut baik dengan perdagangan bilateral yang dari Januari hingga Agustus meningkat menjadi USD32,34 miliar, sehingga tumbuh hampir 12 persen, dan sekaligus menjadi tujuan terbesar kedua (ekspor).

"Saya juga senang dengan investasi AS, yang mencapai USD3,4 miliar dalam tiga kuartal terakhir, sehingga AS kini menjadi investor terbesar keempat di Indonesia,” ujar Airlangga dalam pertemuan dengan Presiden dan CEO US-ASEAN Business Council (US-ABC) Ambassador Brian D. McFeeters di Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Pertemuan bertajuk Indonesia-US Economic Partnership: Turning Growth Priorities into Concrete Business Opportunities tersebut menjadi ajang bagi pemerintah untuk menjaring masukan dari pelaku usaha Amerika Serikat mengenai peluang investasi sekaligus hambatan yang mereka hadapi selama beroperasi di Indonesia.

Delegasi US-ABC mewakili berbagai industri, mulai dari teknologi digital, manufaktur, kesehatan, produk konsumen hingga kedirgantaraan. Masukan dari kalangan usaha ini dinilai penting untuk memastikan kerja sama ekonomi kedua negara tidak berhenti pada peningkatan angka perdagangan, tetapi juga menghasilkan kegiatan bisnis yang konkret.

Bidik Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Airlangga menjelaskan, pemerintah tengah mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 8% pada 2029. Target tersebut ditopang delapan strategi utama, mulai dari swasembada pangan, industrialisasi berorientasi ekspor, pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif, hingga penguatan ekonomi hijau dan biru.

Pemerintah juga mengandalkan pembangunan perkotaan, transformasi digital, peningkatan investasi, serta belanja pemerintah yang produktif untuk memperkuat mesin pertumbuhan ekonomi nasional.

Seluruh agenda tersebut akan didukung melalui deregulasi dan penerapan kebijakan fiskal serta moneter yang sehat. Langkah ini diharapkan menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif sekaligus meningkatkan daya tarik Indonesia di mata investor global.