Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Shanghai, VIVA – Perubahan jenis kendaraan yang digunakan masyarakat mulai mendorong perubahan bisnis stasiun pengisian energi. Di China, pengelola SPBU mulai melihat kendaraan listrik sebagai peluang baru dengan mengubah sebagian fasilitas pengisian bahan bakar menjadi stasiun pengisian kendaraan listrik atau SPKLU.

Baca Juga

Salah satu contohnya dilakukan perusahaan minyak milik negara China, Sinopec, yang bekerja sama dengan BYD untuk mengembangkan jaringan pengisian daya kendaraan listrik. Disadur VIVA Otomotif dari Carscoops, Selasa 11 Agustus 2026, keduanya telah berkolaborasi sejak pertengahan 2024 dan kini mulai mengubah sejumlah SPBU menjadi lokasi Flash Charging.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu fasilitas tersebut berada di Shanghai. Lokasi yang sebelumnya digunakan sebagai SPBU Sinopec kini memiliki fasilitas pengisian cepat BYD, sementara fasilitas pendukung seperti toko dan ruang tunggu tetap dipertahankan untuk pengguna kendaraan.

Baca Juga

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa bisnis SPBU tidak lagi hanya bergantung pada penjualan bensin dan bahan bakar fosil. Ketika jumlah mobil listrik dan plug-in hybrid semakin bertambah, fasilitas yang sudah memiliki lokasi strategis dapat dimanfaatkan untuk melayani kebutuhan pengisian baterai.

Teknologi pengisian BYD yang digunakan di lokasi tersebut memiliki kemampuan hingga 1.500 kW. Dengan teknologi tersebut, baterai kendaraan yang kompatibel diklaim dapat diisi dari 10 persen hingga 70 persen dalam waktu sekitar lima menit.

Baca Juga

Waktu pengisian tersebut kemudian membuat konsep SPKLU semakin menyerupai SPBU konvensional. Pengemudi tidak perlu menunggu terlalu lama seperti pada fasilitas pengisian daya dengan kemampuan lebih rendah.

Desain fasilitasnya juga dibuat menyerupai area pengisian bahan bakar. Di lokasi tersebut terdapat enam unit pengisi daya berbentuk T, dengan masing-masing unit memiliki dua konektor.

Menariknya, fasilitas tersebut tetap mempertahankan fungsi pendukung yang selama ini umum ditemukan di SPBU. Pengguna dapat memanfaatkan toko kecil dan ruang tunggu selama kendaraan mengisi baterai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

BYD dan Sinopec juga tidak berhenti pada satu lokasi. Sejumlah SPBU Sinopec lainnya direncanakan mendapatkan perlakuan serupa seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik dan plug-in hybrid di China.

Teknologi tersebut juga memiliki sistem cadangan untuk menghadapi gangguan pasokan listrik. Setiap unit Flash Charger dilengkapi empat baterai Blade cadangan dengan kapasitas 169 kWh atau 185 kWh yang dapat digunakan untuk mengisi kendaraan listrik dan plug-in hybrid yang kompatibel.

Halaman Selanjutnya

Perubahan model bisnis ini menunjukkan bahwa SPBU dapat memiliki fungsi baru di tengah peralihan industri otomotif menuju elektrifikasi. Alih-alih meninggalkan jaringan SPBU yang sudah tersebar, fasilitas tersebut dapat beradaptasi menjadi tempat pengisian energi untuk kendaraan dengan teknologi berbeda.