Pontianak (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat (Kalbar) mencatat jumlah penduduk miskin turun 9.170 orang pada Maret 2026, tetapi kemiskinan perkotaan justru meningkat dibandingkan September 2025.

"Jumlah penduduk miskin pada Maret 2026 mencapai 313.370 orang atau 5,78 persen, turun dari 322.540 orang pada September 2025. Jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan meningkat 1.550 orang, yaitu dari 90.280 orang menjadi 91.830 orang," kata Kepala BPS Kalbar Muh Saichudin di Pontianak, Rabu.

Dia menjelaskan, secara persentase, tingkat kemiskinan perkotaan naik dari 4,29 persen pada September 2025 menjadi 4,32 persen pada Maret 2026 atau meningkat 0,03 poin persentase.

Sebaliknya, jumlah penduduk miskin di perdesaan turun 10,73 ribu orang dari 232,27 ribu menjadi 221,54 ribu orang. Persentasenya juga turun dari 7,05 persen menjadi 6,72 persen.

Saichudin menjelaskan penurunan kemiskinan secara keseluruhan menunjukkan tren perbaikan, namun kondisi berbeda terjadi antara wilayah perkotaan dan perdesaan.

Salah satu indikator yang turut memengaruhi kondisi tersebut adalah Garis Kemiskinan Kalbar yang meningkat 3,59 persen dari Rp652.220 per kapita per bulan pada September 2025 menjadi Rp675.653 pada Maret 2026.

"Peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan. Pada Maret 2026, komoditi makanan menyumbang sebesar 75,15 persen," ujar dia.

Garis Kemiskinan Makanan tercatat Rp507.738 atau 75,15 persen, sedangkan Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar Rp167.915 atau 24,85 persen per kapita per bulan.

Di perkotaan, beras menjadi komoditas makanan dengan kontribusi terbesar terhadap Garis Kemiskinan, yakni 18,82 persen, disusul rokok kretek filter 14,82 persen, daging ayam ras 5,31 persen dan telur ayam ras 5,11 persen.

Sementara di perdesaan, kontribusi beras lebih tinggi mencapai 25,34 persen, diikuti rokok kretek filter 13,34 persen, daging ayam ras 5,04 persen dan telur ayam ras 4,41 persen.

"BPS mencatat rata-rata rumah tangga miskin di Kalbar memiliki 5,08 anggota rumah tangga sehingga Garis Kemiskinan rata-rata mencapai Rp3.432.317 per rumah tangga miskin per bulan," ujar dia.

Pewarta: Rendra Oxtora
Editor : Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.