ILUSTRASI. OJK pada Agustus 2026 membukukan nilai penyaluran pembiayaan industri pergadaian sebesar Rp 156,61 triliun atau tumbuh 44,60% YoY (KONTAN/Muradi)
Reporter: Ade Priyatin | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Geliat industri pergadaian di Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang positif.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membukukan nilai penyaluran pembiayaan industri pergadaian sebesar Rp 156,61 triliun per Agustus 2026. Angka tersebut tumbuh 44,60% year on year (YoY) dari posisi sebelumnya di bulan Agustus 2025 yang tercatat Rp 108,30 triliun.
Di tengah nilai penyaluran pembiayaan yang masih mencatatkan pertumbuhan ini, OJK juga mencatat sumber pendanaan pergadaian pada periode Juli 2026 adalah sebesar Rp 126,93 triliun atau meningkat 65,71% YoY.
Baca Juga: Bank Aladin Syariah Perkuat Likuiditas Lewat SIPA
Kemudian, dari total tersebut sumber pendanaan perusahaan pergadaian berasal dari pinjaman yang diterima sebesar Rp 111,46 triliun atau dengan porsi mencapai 87,81% dan Surat Berharga yang Diterbitkan sebesar Rp 15,47 triliun dengan porsinya mencapai 12,19%.
Melalui data tersebut, terlihat bahwa industri pergadaian masih mengandalkan berbagai sumber pendanaan untuk menyokong likuiditas, mendukung penyaluran pembiayaan, hingga menjaga kinerja perusahaan agar tetap sehat.
Manajer Eksekutif Perkumpulan Perusahaan Gadai Indonesia (PPGI) Guladi Aksiono mengatakan, sumber pendanaan perusahaan pergadaian memang beragam. Bisanya, sumber pendanaan pergadaian juga akan tergantung dengan skala bisnis dan tingkat kepercayaan lembaga keuangan terhadap masing-masing perusahaan.
Menurutnya, sebagian perusahaan telah memanfaatkan pasar modal melalui penerbitan obligasi maupun medium-term notes (MTN). Namun, mayoritas perusahaan pergadaian masih mengandalkan modal sendiri sebagai sumber pendanaan.
"Perbankan saat ini masih menjadi andalan untuk memenuhi kebutuhan modal karena perusahaan gadai swasta belum ada yang masuk pasar modal," ujarnya kepada Kontan, Jumat (16/10/26).
Selain itu, bagi perusahaan yang mengandalkan modal sendiri bisa memperoleh tambahan dana melalui dukungan pemilik. Namun, bagi perusahaan yang mengakses pasar modal perlu membangun kepercayaan investor, termasuk pemegang obligasi, sedangkan perusahaan yang memanfaatkan pinjaman bank perlu menjaga kepercayaan lembaga perbankan.
Di samping itu, secara paralel, sejumlah pelaku di industri pergadaian swasta turut mengungkapkan sumber dan strategi pendanaan mereka.
Salah satunya adalah PT Budi Gadai Indonesia yang menyatakan kondisi pendanaan mereka saat ini terbilang masih relatif stabil dan memadai untuk mendukung kegiatan operasional dan penyaluran pinjaman kepada nasabah.
Baca Juga: OJK Setujui Merger 117 BPR/BPRS Jadi 33 Bank
Direktur PT Budi Gadai Indonesia, Budiarto Sembiring mengatakan, perusahaan mengutamakan pengelolaan pendanaan secara hati-hati dengan mempertimbangkan kebutuhan bisnis dan kecukupan likuiditas.
Dalam memenuhi kebutuhan dana, Budi Gadai Indonesia lebih mengandalkan dukungan dari pemegang saham pengendali (PSP). Meski demikian, perusahaan tetap memanfaatkan fasilitas perbankan secara selektif dengan mempertimbangkan tingkat suku bunga, biaya pendanaan, serta kebutuhan likuiditas.
"Komposisi pendanaan perusahaan saat ini masih didominasi oleh dukungan dari PSP, sementara pendanaan dari perbankan dimanfaatkan sebagai sumber pendanaan tambahan secara selektif sesuai dengan kebutuhan perusahaan," ujarnya kepada Kontan, Jumat (16/10/26).
Dalam menentukan komposisi pendanaan, Budi Gadai Indonesia mempertimbangkan efisiensi biaya, kondisi suku bunga, dan kebutuhan likuiditas. Strategi ini dipertahankan untuk menjaga efisiensi biaya dan memastikan kegiatan operasional serta penyaluran pinjaman kepada nasabah tetap berjalan dengan baik.
Secara paralel, Direktur Utama PT Gadai ValueMax Indonesia Brian Wiraatmadja bilang, kondisi pendanaan di perusahaan masih terjaga dan menyatakan mampu untuk memenuhi kebutuhan dana seiring dengan pertumbuhan pembiayaan.
Dengan tren suku bunga yang relatif tinggi saat ini membuat biaya dana menjadi salah satu faktor yang terus dipantau perusahaan karena memengaruhi net interest margin (NIM). Kata Brian, perbankan masih menjadi salah satu sumber pendanaan penting bagi Gadai ValueMax.
Baca Juga: BRIDS Terus Pacu Layanan Bagi Investor Meski Pasar Gonjang-Ganjing
Namun, perusahaan berupaya untuk mendiversifikasi sumber dana agar tidak terlalu bergantung pada satu sumber pendanaan saja
Selain mempertimbangkan biaya dana, perusahaan juga memperhatikan kesesuaian tenor pendanaan dengan karakteristik bisnis pergadaian yang memiliki jangka waktu pinjaman relatif pendek, dengan tenor maksimal empat bulan.
"Dengan begitu, mismatch antara sumber dana dan penyaluran bisa lebih terjaga," ujarnya.
Adapun dilihat dari komposisinya, sumber pendanaan di perusahaan saat ini berasal dari modal sendiri dan pendanaan eksternal, termasuk fasilitas dari perbankan maupun multifinance.
Jika dirinci, porsi terbesar berasal dari pendanaan modal sendiri dengan porsi sekitar 70%, sedangkan 30% sisanya berasal dari sumber lainnya.
Ke depan, Gadai ValueMax akan menjaga komposisi pendanaan agar tetap seimbang. Pasalnya, peningkatan portofolio pinjaman dan ekspansi cabang berpotensi meningkatkan kebutuhan dana perusahaan.
Baca Juga: OJK Tak Intervensi Soal Dugaan PHK Sepihak di Maybank Indonesia
Oleh karena itu, strategi pendanaan tidak hanya diarahkan untuk mendukung pertumbuhan pembiayaan saja, tetapi juga memastikan ekspansi ditopang oleh struktur pendanaan yang sehat dan berkelanjutan. Selain itu, di tengah biaya dana yang masih relatif tinggi, efisiensi dan diversifikasi dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga keberlangsungan bisnis.
Dengan kinerja bisnis yang secara industri masih menunjukkan tren pertumbuhan serta sumber pendanaan yang juga meningkat, Guladi memprediksi ke depannya pendanaan industri pergadaian masih memiliki prospek yang bagus.
Sejalan dengan itu, Guladi menilai industri pergadaian masih memiliki prospek yang positif dan berpotensi terus menarik minat investor sebagai sumber pendanaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Tag
- Pegadaian
- industri pegadaian
- Pendanaan Pegadaian