ILUSTRASI. Heinrich Vincent, CEO Bizhare (Dok/Bizhare)

Reporter: Belva Safina | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Platform Securities crowdfunding (SCF) Bizhare mencatat kinerja positif sepanjang 2026. Total pendanaan meningkat hingga 125% hingga Agustus 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

“Angka ini merujuk pada penghimpunan selama tahun berjalan, terus meningkat di tengah situasi ekonomi saat ini, dengan fokus pada bisnis-bisnis dengan fundamental kuat dan dibutuhkan masyarakat,” ujar Founder & CEO Bizhare, Heinrich Vincent pada Kontan, Minggu (6/9/2026)

Ia menambahkan, untuk akhir 2026, perusahaan mengupayakan pertumbuhan berkelanjutan dan mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi, hingga mencapai lebih dari 150% dari tahun sebelumnya.

Menurut Heinrich, pada semester II-2026, Bizhare terus mendorong kinerja melalui penguatan kualitas penerbit, pengembangan penawaran efek yang sesuai dengan kebutuhan saat ini, serta perluasan partisipasi investor, baik individual investor maupun institusi.

Baca Juga: Bizhare Fasilitasi Pendanaan Hampir Rp 400 Miliar hingga Semester I-2026

Dari sisi penerbit, kata dia terus fokus memperkuat penawaran saham pada bisnis sektor riil dengan rekam jejak operasional yang kokoh, dan terbukti termasuk SWAP, yang fokus pada infrastruktur kendaraan listrik dengan dividen historikal mencapai 42% per tahun dan bisnis makanan minuman yang kuat secara performa historis, termasuk Pempek Farina Jember dan Warkopolim dengan performa dividen historikal 25-67% per tahun.

Selain itu, perusahaan juga membantu penerbitan obligasi atau sukuk pengadaan di sektor pangan dari vendor Superindo dari PT Cetro Tama Indonesia, hingga outsourcing RSUP Ngoerah di Bali dari PT Asta Nadi Karya Utama, untuk mendukung penciptaan lapangan pekerjaan yang saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat, serta memiliki kontrak, tujuan penggunaan dana, dan sumber pembayaran yang jelas, dengan imbal hasil hingga 15-18% per tahun.

“Dari sisi investor, kami memperkuat edukasi melalui gathering investor, baik offline dan online, serta kolaborasi dengan komunitas. Upaya ini berjalan bersama peningkatan pemantauan kinerja penerbit dan keterbukaan informasi yang disajikan kepada investor,” ucapnya.

Baca Juga: Bizhare Fasilitasi Pendanaan ESG Sektor Energi dan Sosial Rp 8,3 Miliar

Sebagai konteks, pada Agustus 2026 Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di level 5,75%, sementara BPS mencatat inflasi tahunan sebesar 3,19%.

Adapun menurut Heinrich, tekanan ekonomi dapat membuat sebagian bisnis justru memiliki kepentingan untuk memperkuat kebutuhan modal kerja untuk menjalankan kontrak/proyek. Karena itu, strategi Bizhare adalah semakin selektif memilih kebutuhan pendanaan yang produktif yang berkualitas baik, dengan menilai ketahanan arus kas, margin usaha, rekam jejak penerbit, serta kemampuan pihak pembayar memenuhi kewajibannya kepada investor.

“Sentimen yang berpotensi mendukung antara lain pengembangan infrastruktur kendaraan listrik, serta dukungan kebijakan terhadap pembiayaan sektor riil yang tentunya menambah kepercayaan investor,” jelasnya.

Dengan demikian, perusahaan juga melihat peluang dari kebutuhan investor untuk melakukan diversifikasi ke bisnis produktif dengan return yang menarik dan aman, yang fokus pada industri yang dibutuhkan masyarakat saat ini.

Baca Juga: Bizhare Catat Total Dana yang Dihimpun Capai Rp 300 Miliar pada Kuartal I-2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News