Makassar (ANTARA) - Program Magang Nasional (MagangHub) yang dijalankan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) untuk penempatan mahasiswa kerja magang di perusahaan-perusahaan pada tahap pertama pendaftarnya menembus angka 400.000 orang.
"Alhamdulillah, magang sekarang berproses. Kita sedang seleksi dan oleh perusahaan. Kita baru buka batch (tahap) pertama 50 ribu orang, tapi antusiasme luar biasa, yang daftar itu lebih dari 400 ribu," ucap Menteri Ketenagakerjaan Prof Yassierli di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa.
Sejauh ini, perusahaan-perusahaan sedang melaksanakan seleksi untuk tahap pertama dengan kuota 50.000 orang peserta. Total dari program magang ini dialokasikan sebanyak 150.000 orang disebar di seluruh Indonesia.
"Kita berharap perusahaan bisa mendapatkan kandidat yang sesuai dengan diharapkan, sehingga nanti adik-adik kita peserta magang nanti bisa belajar banyak di perusahaan tersebut," kata mantan Ketua Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI) itu.
Oleh karena itu, kata dia, tim Kemenaker terus memonitor program ini, dan pada angkatan kedua akan lebih detail melihat perusahaan mana saja tempat mereka magang termasuk memilih perusahaan tempat magang mereka sesuai program studinya saat di kampus.
Selain program magang, pemerintah juga menyiapkan pelatihan vokasi dengan alokasi 270 ribu peserta bagi lulusan SMA, SMK atau sederajat secara gratis.
Program ini demi meningkatkan kompetensi teknis dan non teknis sebagai bekal keterampilan memadai untuk mereka memudahkan mencari kerja maupun merintis usaha mandiri.
"Sekarang sedang kita data, kurikulumnya sudah siap, instrukturnya sudah siap," kata Komite Audit dan Manajemen Risiko Majelis Wali Amanat ITB itu.
Ia menjelaskan, pelatihan vokasi tersebut merupakan kegiatan belajar guna meningkatkan, mengembangkan keahlian dan keterampilan agar siap bekerja baik dalam dunia industri dan berwirausaha.
"Kita sudah melatih 70 ribu, dan kita akan tambahkan 270 ribu pelatihan vokasi di 43 balai yang ada di Kemenaker," ujar mantan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengembangan Manusia dan Organisasi Institut Teknologi Bandung (ITB) ini.
Selain di balai Kemenaker, rencananya sebagai bagian dari bentuk pemerataan program pihaknya juga akan mengalokasikan program tersebut di balai-balai pelatihan lainnya.
"Nanti kita juga akan berikan alokasi untuk balai-balai yang ada di daerah," tutur Guru Besar Fakultas Teknologi Industri ITB ini menuturkan.
Sementara, Koordinator Menteri Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pidatonya di Rakornas APINDO menyampaikan, program MagangHub ini harus dimanfaatkan dengan baik, terutama APINDO yang dapat menyerap tenaga kerja.
"Saya minta para pengusaha yang ada di APINDO mengikutkan perusahaannya mendaftar dan menerima peserta magang dari adik-adik kita Generasi Z. Ini kesempatan bagi APINDO menerima magang kerja," paparnya.
Airlangga menjelaskan, bagi peserta yang mengikuti program magang di perusahaan-perusahaan swasta tersebut, tetap mendapatkan uang bersumber dari anggaran negara sehingga pihak perusahaan tidak akan terbebani mengaji mereka.
"Jadi, mahasiswa Gen-Z ini diberi gaji pemerintah selama enam bulan (magang). Bapak/Ibu tidak menanggung apa-apa. Kita minta sesudah enam bulan dilihat bagaimana penerimaannya. Berdasarkan batch (tahap) pertama tahun kemarin, itu 60 persen tenaga kerja terserap, bahkan mereka melanjutkan magang," katanya.
Pewarta: M Darwin Fatir
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.