Medan (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menargetkan revitalisasi SMA Negeri Unggulan Sukma Gunungsitoli di Kepulauan Nias rampung pada Desember 2026 agar dapat digunakan pada awal tahun ajaran berikutnya.
"Pak Gubernur ingin memastikan progresnya. Target selesai Desember, Januari anak-anak kita sudah bisa menggunakannya, termasuk 12 rombongan belajar yang baru," ujar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumut Alexander Sinulingga di Gunungsitoli, Kepulauan Nias, Sumatera Utara, Jumat.
Ia mengatakan peninjauan dilakukan pada hari kedua Bobby Nasution berkantor di Kepulauan Nias setelah sebelumnya mengunjungi lokasi revitalisasi pada Kamis (16/7).
Menurut Alexander, proyek revitalisasi senilai Rp87 miliar itu mencakup pembangunan ruang kelas, laboratorium, asrama putra dan putri, rumah dinas guru, menara air, musala, gereja, aula, kantin, serta lapangan.
Ia menambahkan revitalisasi tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Utara meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kepulauan Nias melalui penguatan akses pendidikan.
"Pendidikan sebagai kebutuhan dasar. Adanya SMA Negeri Unggulan Sukma di Kepulauan Nias, ini kan output-nya. Kita juga harapkan adalah peningkatan kualitas SDM masyarakat Nias itu sendiri," katanya.
Alexander menjelaskan pembangunan telah dimulai sejak April 2026 dan hingga saat ini progres fisiknya mendekati 25 persen.
"Sampai hari ini progres pembangunannya hampir 25 persen dengan deviasinya plus 0,098 persen, artinya progresnya positif," ujarnya.
Selama proses revitalisasi berlangsung, kegiatan belajar mengajar tahun ajaran 2026/2027 dipindahkan sementara ke gedung milik Dinas Perhubungan Pemerintah Kota Gunungsitoli.
"Kita sudah berkoordinasi dengan Pemkot Gunungsitoli. Alhamdulillah, anak-anak kita sudah direlokasi ke salah satu gedung milik Dinas Perhubungan hingga Desember mendatang," kata Alexander.
Pewarta: Muhammad Said
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.