Pemprov Sulteng instruksikan kesatuan pengelolaan hutan masif edukasi cegah karhutla
Selasa, 1 September 2026 16:55 WIB
Kodam XXIII/Palaka Wira bersama unsur gabungan memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Alindau, Kecamatan Sindue Tobata, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. (ANTARA/HO-Humas Kodam XXIII/Palaka Wira)
Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah melalui Dinas Kehutanan menginstruksikan 13 Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) memasifkan edukasi kepada masyarakat guna pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di provinsi itu.
"Kami mengerahkan semua Sumbar Daya Manusia (SDM) di Dinas Kehutanan melakukan langkah-langkah pencegahan bersama para pihak," kata Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Sulawesi Tengah (Sulteng) Susanto Wibowo di Palu, Selasa.
Menurut data dirilis Dinas Kehutanan sebanyak 3.138 hektare Kawasan Hutan (KH) dan Areal Penggunaan Lain (APL) terdampak karhutla di Sulteng.
Dari luas lahan terdampak perlu perhatian bersama dalam mengurangi risiko kebakaran, karena saat ini sekitar 9.100 hotspot atau titik panas di Sulteng terpantau melalui aplikasi Sipongi atau sistem peringatan dini dan pemantauan karhutla Kementerian Kehutanan (Kemenhut).
Dalam penangan karhutla, pihaknya memiliki dua satuan tugas (satgas) di bawah kendali Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) khusus di daerah dan Kemenhut di bawah koordinasi Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (BBTNLL) sebagai koordinator wilayah.
"Di tingkat KPH kami telah membentuk kelompok sukarelawan yang dilatih dan diberdayakan untuk membantu pencegahan maupun penanggulangan karhutla," ujarnya.
Ia juga meminta warga saat membuka lahan tidak dengan cara membakar, karena sangat berpotensi menimbulkan kebakaran, apalagi Sulteng saat ini sedang mengalami peningkatan suhu panas akibat dampak perubahan iklim (El Nino).
Sementara itu hasil rapat koordinasi penanganan karhutla di pimpin Gubernur Sulteng Anwar Hafid pada Senin (31/8) memerintahkan para bupati/wali kota untuk menggerakkan kepala desa di provinsi itu ikut terlibat dalam pencegahan melalui sosialisasi kepada masyarakat, mengingat kepala desa menjadi ujung tombak dalam edukasi masyarakat lewat berbagai pertemuan di tingkat desa.
"Kalau serentak seluruh desa, sekitar 2.000 desa di Sulawesi Tengah satu hari melakukan sosialisasi, apakah itu melalui tokoh-tokoh masyarakat di desa atau berkumpul di balai desa, sehingga upaya ini benar-benar masif," kata Gubernur Anwar Hafid.
Menurut data data BPBD Sulteng per tanggal 28 Agustus 2026 tercatat 87 kejadian karhutla dan 15 kejadian kekeringan di sejumlah wilayah provinsi tersebut.
Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026