Pemprov Papua Pegunungan dorong upacara HUT RI bernuansa budaya

Selasa, 28 Juli 2026 12:15 WIB

Image Print

Gubernur Papua Pegunungan John Tabo didampingi Ketua TP PKK Papua Pegunungan Anggieta Bestari Tabo menghadiri satu rangkaian kegiatan di Kampung Hubikiak, Distrik Hubikiak, Kabupaten Jayawijaya. ANTARA/Yudhi Efendi

Wamena (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan mendorong upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan RI tahun 2026 di lingkungan pemerintahan daerah setempat bernuansa budaya.

Gubernur Papua Pegunungan John Tabo dalam keterangan tertulis di Wamena, Senin, mengatakan istri-istri aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan untuk menggunakan noken pada upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI.

“Kami harap pada puncak peringatan upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI tahun 2026 seluruh istri ASN khususnya para pejabat harus menggunakan noken asli sebagai baju maupun penutup kepala,” katanya.

Ia menjelaskan peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di wilayah Papua Pegunungan harus dibuat berbeda dengan daerah lainnya di Indonesia.

“Pelaksanaan upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di sini harus berbeda, contohnya saja ibu ketua TP PKK Papua Pegunungan waktu pelaksanaan Dekranasda di Makassar dia tampil dengan elegan dan cantik menggunakan noken sebagai identitas daerah ini maka istri ASN juga harus bisa seperti itu,” ujarnya.

Dia menjelaskan penggunaan noken pada saat upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Papua Pegunungan sebagai dukungan pemerintah dalam meningkatkan usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM perajin noken di daerah ini.

“Melalui penggunaan noken maka secara tidak langsung kita telah mendukung pelaku UMKM pengrajin noken di Papua Pegunungan untuk ekonominya meningkat karena pasti akan dibeli oleh istri-istri pegawai,” katanya.

Selain sebagai bentuk dukungan peningkatan ekonomi, kata dia, penggunaan noken juga sebagai langkah pelestarian budaya masyarakat asli Papua Pegunungan.

“Penggunaan noken ini juga sebagai langkah nyata melestarikan produk-produk asli atau warisan budaya nenek moyang untuk terus dikenal di Indonesia maupun internasional,” ujarnya.

Pewarta : Yudhi Efendi
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026