Pemprov Papua Pegunungan anggarkan dana Otsus Rp4 miliar bantu pelaku ekraf

Senin, 31 Agustus 2026 04:54 WIB

Image Print

Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Papua Pegunungan Hulu Bahabol diwawancarai sejumlah wartawan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya terkait dukungan terhadap pelaku ekonomi kreatif.ANTARA/Yudhi Efendi.

Wamena (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan (Papeg) melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif setempat menganggarkan alokasi dana otonomi khusus atau Otsus Rp4 miliar untuk membantu pertumbuhan pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di delapan kabupaten.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Papeg Hulu Bahabol di Wamena, Sabtu mengatakan alokasi dana otsus yang dikelolanya dalam tahun ini kurang lebih Rp4 miliar untuk membantu pelaku ekonomi kreatif di delapan kabupaten.

“Data Otsus yang kami terima dan kelola tahun ini Rp4 miliar untuk membantu pertumbuhan ekonomi pelaku ekonomi kreatif masyarakat asli Papua di delapan kabupaten,” katanya.

Menurut Hulu, pelaku ekonomi kreatif yang tercatat hingga saat ini kurang lebih 300 di delapan kabupaten dengan usahanya bervariatif di antaranya pengelolaan kopi, kerajinan tangan serta berbagai kuliner berbahan asli dari umbi-umbian.

“Data yang ada pada kami 300 pelaku ekonomi kreatif yang tercatat, dan kami akan membantu mendorong usahanya menggunakan alokasi dana Otsus tahun ini,” ujarnya.

Dia menjelaskan bantuan yang diberikan bisa berupa modal usaha maupun peralatan bantuan kepada 50 dari 300 pelaku ekonomi kreatif di delapan kabupaten.

“Kami mengagendakan penyaluran bantuan kepada pelaku ekonomi kreatif akan dilakukan oleh bapak gubernur di bulan ini atau September tahun 2026,” katanya.

Dia menambahkan selain itu pihaknya juga memiliki program tahun ini yaitu pendataan ulang kepada pelaku-pelaku ekonomi kreatif di delapan kabupaten.

“Kami meyakini kalau pendataan ulang jumlah ekonomi kreatif pasti bertambah dari 300 bisa menjadi 1.000-an. Kami melihat pelaku ekonomi kreatif telah bertumbuh sangat banyak di Papua Pegunungan tetapi belum terdata, maka ini menjadi atensi kami untuk mendata secara keseluruhan,” ujarnya.

Pewarta : Yudhi Efendi
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026