Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Bengkulu menyebutkan pabrik biodiesel berbasis minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) dapat beroperasi di daerah itu untuk mendukung program biodiesel B50.

"Pabrik biodiesel bisa berjalan di sini karena bahan bakunya tersedia di Bengkulu. Ini juga sejalan dengan program Bapak Gubernur dalam mengembangkan kawasan industri Pulau Baai," kata Wakil Gubernur Bengkulu Mian di Bengkulu, Senin.

Sebagai langkah awal, Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait mulai melakukan inventarisasi data perusahaan pengolahan CPO sebagai bagian dari persiapan usulan pembangunan pabrik biodiesel di daerah tersebut.

Menurut Mian, sinkronisasi data perusahaan kelapa sawit menjadi tahapan penting agar pemerintah daerah memiliki basis data yang akurat sebelum menyampaikan usulan pembangunan pabrik biodiesel kepada pemerintah pusat.

Karena itu, seluruh OPD terkait diminta segera melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap perusahaan kelapa sawit beserta aktivitas ekspor CPO di Provinsi Bengkulu guna mempercepat penyusunan usulan.

"Pengumpulan data ini harus segera diselesaikan karena merupakan bagian dari dukungan kita terhadap program Presiden Republik Indonesia. Data tersebut akan menjadi dasar bagi Bapak Gubernur untuk melakukan pemaparan kepada pemerintah pusat dalam waktu dekat. Harapannya, apabila seluruh proses berjalan sesuai rencana, pembangunan pabrik biodiesel di Bengkulu dapat mulai direalisasikan pada 2027," kata Mian.

Program biodiesel B50 merupakan bahan bakar untuk mesin diesel yang terdiri atas campuran 50 persen Fatty Acid Methyl Ester (FAME) berbahan baku minyak kelapa sawit dan 50 persen bahan bakar diesel berbasis fosil. Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus meningkatkan hilirisasi komoditas kelapa sawit.

Melalui pembangunan pabrik biodiesel di Bengkulu, pemerintah daerah berharap pengolahan CPO dapat dilakukan di dalam daerah sehingga meningkatkan nilai tambah komoditas sawit, menarik investasi baru, membuka lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Pewarta: Boyke Ledy Watra
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.