Bandarlampung, Lampung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menyebut keberadaan ruas Jalan Tol Lematang-Panjang akan memperkuat konektivitas di daerahnya.
"Jalan tol bukan sekadar menghubungkan kota, tetapi menghubungkan produksi dan pasar, investasi dan peluang, serta konektivitas dengan kesejahteraan," ujar Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Senin.
Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Lampung juga mendorong adanya rencana pembangunan ruas Tol Lematang-Panjang untuk memperkuat konektivitas kawasan industri dengan Pelabuhan Panjang.
"Kemudahan akses transportasi perlu diiringi dengan penguatan ekonomi daerah. Tanpa dukungan kebijakan yang tepat, konektivitas yang semakin terbuka juga dapat meningkatkan persaingan bagi pelaku usaha lokal, termasuk sektor pertanian dan industri pengolahan," ucap dia.
Menurut dia, Pemerintah Provinsi Lampung mendorong penguatan hilirisasi agar komoditas unggulan daerah tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah.
Dengan demikian, manfaat ekonomi dari aktivitas produksi, pengolahan, hingga distribusi dapat semakin dirasakan di Lampung.
"Tol dipakai untuk mengubah struktur PDRB kami, dari sektor primer didorong hilirisasi menjadi sektor industri olahan, dan selain itu peran jalan tol dalam mendukung pengembangan pariwisata pun penting," katanya.
Ia menyampaikan bahwa jumlah kunjungan wisatawan ke Lampung meningkat dari 17 juta orang pada 2024 menjadi 27 juta orang pada 2025. Peningkatan tersebut menunjukkan besarnya potensi pergerakan ekonomi yang dapat didukung oleh konektivitas transportasi.
"Namun, manfaat jalan tol juga bergantung pada kondisi jalan penghubung dari kawasan produksi, permukiman, dan destinasi wisata menuju akses tol. Oleh karena itu, peningkatan kualitas jalan provinsi, kabupaten, dan desa menjadi bagian penting untuk memperlancar mobilitas orang dan barang," tambahnya.
Ia mengatakan dalam pengembangan kawasan industri, akses terhadap jalan tol menjadi salah satu hal yang diperhatikan investor.
"Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur jalan tol perlu diarahkan untuk memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat. Keberhasilan jalan tol tidak cukup diukur dari panjang ruas dan kemudahan konektivitas, tetapi juga dari sejauh mana infrastruktur tersebut mampu menghubungkan sentra produksi dengan pasar, mendorong investasi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar dia.
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.