Pontianak, Kalbar (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengatakan pihaknya terus mengembangkan ekonomi kreatif dan transformasi digital sebagai bagian dari upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.

"Melalui penyelenggaraan Pontianak Carnaval Khatulistiwa (PACAK), Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026, dan Festival Rupiah Berdaulat (FERBI), kita berupaya untuk terus mengembangkan ekonomi kreatif dan transformasi digital sebagai bagian dari upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah," kata Norsan seusai secara resmi melepas peserta Lomba Karnaval Kemerdekaan dan Drum Band se-Kalimantan Barat di Jalan Diponegoro, Pontianak, Kalbar, Senin.

Norsan mengatakan kegiatan yang memadukan seni, budaya, kreativitas, olahraga, dan teknologi digital tersebut tidak hanya menjadi ruang bagi masyarakat untuk berekspresi, tetapi juga berpotensi meningkatkan kunjungan wisata dan menggerakkan sektor ekonomi kreatif.

"Kami mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan pada hari ini. Mudah-mudahan tahun depan kemeriahannya bisa lebih ditingkatkan dibandingkan tahun ini," ujarnya.

Menurut dia, karnaval juga menjadi momentum memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus menghidupkan kembali kebudayaan melalui kreativitas masyarakat, termasuk dalam pembuatan kostum dan pertunjukan.

Ia pun mengajak masyarakat mengisi kemerdekaan dengan karya dan pembangunan sesuai kemampuan serta potensi masing-masing untuk mendorong kemajuan Kalimantan Barat.

"Kemerdekaan ini harus kita syukuri karena diperjuangkan oleh para leluhur dan para pahlawan. Karena itu, mari kita isi kemerdekaan dengan pembangunan di segala bidang," katanya.

Norsan menyebut Kalbar memiliki potensi ekonomi kreatif yang besar, antara lain pada subsektor kuliner, kriya, seni pertunjukan, seni musik, dan fesyen berbasis wastra daerah.

Potensi tersebut, kata dia, perlu dikembangkan dengan melibatkan generasi muda agar mampu menghasilkan produk yang berkualitas dan berdaya saing.

Selain ekonomi kreatif, Norsan menilai digitalisasi pembayaran menjadi bagian penting dalam memperkuat perekonomian daerah.

Melalui PQN 2026, pemerintah kabupaten dan kota didorong memperluas penggunaan QRIS untuk pembayaran pajak, retribusi, pasar, parkir, pariwisata, hingga berbagai layanan publik.

"Di saat yang sama, industri perbankan diharapkan terus menjaga keandalan sistem, memperluas edukasi digital, serta memberikan dukungan bagi pengembangan UMKM," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat Doni Septadijaya mengatakan PQN 2026 mengusung tema "QRIS Antarnegara" yang diarahkan untuk meningkatkan transaksi lintas negara, khususnya dari wisatawan dan masyarakat negara tetangga yang beraktivitas di Kalbar.

"Kita mau mendorong transaksi QRIS cross-border semakin besar. Banyak masyarakat dari negara tetangga yang melakukan mobilitas di Kalimantan Barat. Itu yang ingin kita garap supaya mereka menggunakan QRIS ini secara maksimal," katanya.

Menurut Doni, penguatan transaksi digital lintas negara diharapkan dapat mendukung aktivitas ekonomi dan pariwisata sekaligus memperluas inklusi keuangan masyarakat di Kalimantan Barat.

Pewarta: Rendra Oxtora
Editor : Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.