Pemprov Jateng jajaki kerja sama dengan perusahaan nirlaba IOA Global
Selasa, 14 Juli 2026 20:49 WIB
Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan perusahaan nirlaba, Impact of Asia Limited (IOA) Global Pte Ltd, menjajaki kerja sama di berbagai bidang, mulai investasi manufaktur berteknologi tinggi, hingga pendidikan.
Executive Chairman IOA Global Pte Ltd Daryl Tan Chen Ming, di Semarang, Selasa, mengatakan, kunjungan delegasinya ke Jateng merupakan langkah awal untuk memetakan potensi kerja sama jaringan mitra di Fujian dan Xiamen, China.
"Pertemuan ini masih merupakan kunjungan awal. Nantinya, mitra-mitra kami akan datang pada Oktober sehingga kita bisa memfinalisasi apa saja yang perlu dikerjakan bersama," katanya, saat audiensi dengan Gubernur Jateng.
Salah satu mitra yang akan dibawa merupakan perusahaan manufaktur sepatu berteknologi tinggi dari China yang serius menjajaki pembangunan fasilitas produksi di Jateng.
IOA juga berencana membawa investor dari China dan sejumlah negara di Eropa untuk melihat potensi lokasi, dukungan pemerintah, kesiapan tenaga kerja, serta kebutuhan spesifik investasi.
"Ini merupakan komitmen dan proyek jangka panjang yang sedang kami jajaki. Bukan hanya dalam investasi, tetapi juga pendidikan," katanya.
Menurut dia, Fujian memiliki banyak industri manufaktur berteknologi tinggi yang dapat dikembangkan di Jateng, sekaligus memperkuat kompetensi tenaga kerja, salah satu gagasan utamanya adalah membangun fasilitas manufaktur milik investor Fujian.
Kerja sama juga akan diarahkan pada pengembangan pendidikan dan sumber daya manusia, sebab generasi muda Jateng berpeluang mengikuti pendidikan atau pelatihan di China, sedangkan tenaga ahli dari China dapat datang untuk memberikan pelatihan teknologi baru.
Daryl menyebut keluarganya telah mengembangkan sekitar 120 sekolah dan perguruan tinggi di Xiamen selama lebih dari satu abad.
Pengalaman tersebut membuka peluang kerja sama dengan perguruan tinggi di Jateng melalui pertukaran mahasiswa, dosen, informasi, pengetahuan, dan tenaga ahli.
"Saya kira kerja sama pendidikan akan membawa kedua wilayah ke tingkat yang lebih tinggi. Pendidikan ini juga merupakan rencana jangka panjang yang bisa dilakukan oleh kedua wilayah," katanya.
Sementara itu, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyatakan pemerintah daerah siap memberikan kepastian, keamanan, pendampingan, serta mengawal proses perizinan calon investor.
Ia juga menawarkan sejumlah kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus yang dapat dipilih sesuai kebutuhan perusahaan.
Menurut dia, industri padat karya menjadi salah satu prioritas karena mampu menyerap banyak tenaga kerja, dengan kesiapan sumber daya manusia didukung hampir 1.500 sekolah vokasi, politeknik, dan balai latihan kerja (BLK) yang diarahkan agar terhubung dengan kebutuhan perusahaan.
"BLK kita ini untuk menjamin keterampilan tenaga kerja agar bisa diterima di perusahaan," katanya.
Berdasarkan data Pemprov Jateng, total investasi Singapura selama 2022 hingga Triwulan I 2026 mencapai Rp32,158 triliun yang menempatkan Singapura sebagai investor terbesar kedua di Jateng.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.