Gorontalo (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo mempertimbangkan kondisi geografis kawasan pantai dalam mengembangkan program kelautan dan perikanan, termasuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dan Kampung Budidaya Tematik.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo Aryanto Husain di Gorontalo mengatakan penyesuaian lokasi pembangunan memang diperlukan agar program tersebut dapat beradaptasi dengan perubahan kondisi lingkungan pesisir, termasuk risiko kenaikan muka air laut.
“Bagaimana mengoptimalkan pembangunan program hari ini seperti Kampung Nelayan Merah Putih agar dia bisa beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di topografi pantai,” kata Aryanto.
Ia menjelaskan, penentuan lokasi pengembangan kawasan budi daya juga perlu memperhatikan karakteristik wilayah agar kegiatan perikanan dapat berlangsung secara optimal dan berkelanjutan.
Menurut dia, kawasan budi daya tematik perlu ditempatkan di lokasi yang sesuai dengan kondisi lingkungan dan tidak terlalu dekat dengan garis pantai apabila kawasan tersebut memiliki risiko yang perlu diantisipasi.
Aryanto mengatakan perubahan iklim menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan dalam perencanaan pembangunan sektor kelautan dan perikanan. Karena itu, program yang dikembangkan pemerintah perlu memperhatikan potensi perubahan kondisi wilayah pesisir dalam jangka panjang.
Ia juga menekankan pentingnya perencanaan lokasi fasilitas dan aktivitas masyarakat pesisir agar pembangunan tidak menambah kerentanan terhadap dampak lingkungan.
Penyesuaian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan program kelautan dan perikanan tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini, tetapi juga mempertimbangkan keberlanjutan kawasan pesisir.
Aryanto menambahkan, perencanaan pembangunan perlu didukung koordinasi antarpemangku kepentingan agar pemilihan lokasi dan pelaksanaan program sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing.
Pewarta: Faradila Alim
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.