Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Bengkulu mencatat realisasi program cetak sawah telah mencapai sekitar 900 hektare dari target 2.200 hektare yang ditetapkan untuk periode 2025-2026.
"Cetak sawah kita sudah lebih kurang 900 hektare yang sudah tercetak. Kemarin dapat lagi 600 hektare. Dari target 2.200 hektare untuk 2025-2026," kata Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni di Bengkulu, Senin.
Dia mengatakan Kementerian Pertanian juga memberikan tambahan alokasi program cetak sawah bagi Provinsi Bengkulu.
Tambahan tersebut akan dimanfaatkan untuk memperluas lahan pertanian di daerah yang memiliki potensi mendukung peningkatan produksi pangan.
Menurut dia, pemerintah provinsi telah meminta pemerintah kabupaten dan kota yang memiliki wilayah potensial untuk kembali mengusulkan lokasi yang layak dijadikan areal cetak sawah baru.
Namun, dia menegaskan setiap usulan akan melalui proses seleksi ketat agar lahan yang dipilih benar-benar memenuhi persyaratan teknis sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal.
"Kita sudah minta kepada kabupaten kota yang punya wilayah untuk dapat mengusulkan kembali lokasi-lokasi yang potensial untuk dicetak lagi sawahnya. Tentu, kita lebih selektif lagi karena mengingat bahwa sawah yang dicetak ini harus dipastikan bagaimana kondisi sumber airnya, irigasi dan sebagainya," kata dia.
Dia mengatakan pemerintah tidak ingin lahan yang telah dicetak justru tidak dapat dimanfaatkan karena belum didukung ketersediaan air maupun jaringan irigasi yang memadai.
Untuk itu, Dinas Pertanian Provinsi Bengkulu, lanjut Herwan, diminta terus memantau perkembangan lahan cetak sawah yang telah selesai dikerjakan, sekaligus memastikan kesiapan infrastruktur pendukung agar lahan tersebut segera dapat ditanami.
"Kita minta kepada Dinas Pertanian selalu memantau sawah yang sudah dicetak. Bagaimana sawah tersebut dapat berfungsi dengan baik, tentu harus dipersiapkan airnya, irigasinya yang baik. Oleh karena itu kita minta yang sudah dicetak dievaluasi, dicek supaya sawah tersebut segera dapat berfungsi untuk penanaman," ujar Herwan.
Pewarta: Boyke Ledy Watra
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.