Pandeglang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus menata infrastruktur sektor pertanian melalui peresmian operasional tujuh daerah irigasi (DI) yang tersebar di sejumlah wilayah sentral lumbung pangan daerah guna memperkuat ketahanan pangan daerah.
Gubernur Banten Andra Soni, melalui keterangannya di Serang, Rabu, mengatakan pembangunan infrastruktur pengairan ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya para petani.
Peresmian yang dipusatkan di daerah irigasi Cisata, Kabupaten Pandeglang tersebut mencakup total panjang penanganan 6,90 kilometer dengan outcome layanan seluas 881,28 hektare sawah.
Proyek infrastruktur dasar ini dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten Tahun Anggaran 2025 senilai Rp48,91 miliar.
Baca juga: Gubernur sebut metode PM-AAS dongkrak panen padi di Banten
"Membangun irigasi berarti membangun fondasi ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas pertanian, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani," ujar Andra.
Adapun tujuh daerah irigasi (DI) yang direvitalisasi meliputi DI Cisata, Cilember, dan Cisangu Atas di Kabupaten Pandeglang, DI Cibinuangeun serta Cikoncang di Kabupaten Lebak, DI Ciwuni di Kabupaten Serang, serta DI Cilampek di Kabupaten Tangerang. Enam daerah irigasi di luar Pandeglang mengikuti proses peresmian secara virtual bersama kepala daerah masing-masing.
Selain bersumber dari APBD, Pemprov Banten juga bersinergi dengan pemerintah pusat melalui Inpres Nomor 2 Tahun 2025 untuk menjangkau 12 daerah irigasi tambahan sepanjang 81,80 kilometer dengan luas layanan mencapai 9.259 hektare dan pagu anggaran Rp471,92 miliar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten Arlan Marzan, menambahkan optimalisasi jaringan irigasi ini turut diiringi dengan penataan wilayah hulu.
Baca juga: Gubernur Banten komitmen perkuat kompetensi SDM tenaga kerja Banten
Langkah tersebut dilakukan agar ketersediaan dan debit air tetap terjaga secara konsisten, sehingga distribusi air ke lahan persawahan warga dapat mengalir lancar dan efisien meski memasuki musim kemarau.
"Melalui sinergi kolaborasi pendanaan pusat dan daerah ini, luas layanan irigasi di Banten berhasil ditingkatkan dari sebelumnya 52,5 persen menjadi 62,45 persen," katanya.
Ia menegaskan bahwa ke depan, Pemprov Banten berkomitmen untuk terus melanjutkan pembenahan infrastruktur pengairan guna memastikan para petani dapat meningkatkan frekuensi panen dan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.
Pewarta: Desi Purnama Sari
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.