Pemkot Surakarta targetkan zero stunting
Senin, 5 Oktober 2026 20:46 WIB
Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani saat menghadiri kegiatan Sekolah Cegah Stunting (SECETING) gabungan Kelurahan Sewu dan Kelurahan Gandekan di Pendopo Kelurahan Sewu, Solo, Jawa Tengah, Senin sore (5/10/2026). ANTARA/HO-Humas Pemkot Surakarta
Solo (ANTARA) - Pemerintah Kota Surakarta menargetkan zero stunting dengan memastikan tidak muncul kasus baru melalui penguatan pencegahan sejak dari keluarga.
Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani di Solo, Jawa Tengah, Senin mengatakan pencegahan menjadi kunci karena stunting berkaitan erat dengan proses tumbuh kembang anak sejak usia dini. Oleh karena itu, keluarga perlu memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk mengenali kebutuhan gizi serta perkembangan anak.
Hal itu disampaikan Astrid saat menghadiri kegiatan Sekolah Cegah Stunting (SECETING) gabungan Kelurahan Sewu dan Kelurahan Gandekan di Pendopo Kelurahan Sewu, Senin sore.
“Semangat Zero Stunting ini bukan hanya untuk menurunkan angka stunting yang ada di wilayah, tetapi lebih pada bagaimana SECETING bisa mengantisipasi agar tidak ada penambahan kasus baru,” katanya.
Menurutnya, SECETING merupakan bagian dari upaya edukasi berkelanjutan yang membawa pencegahan stunting lebih dekat dengan keluarga. Materinya tidak hanya soal makanan bergizi, tetapi juga mencakup pemantauan tumbuh kembang, pola asuh, kesehatan anak, hingga pentingnya keterlibatan orang tua dalam memastikan kebutuhan anak terpenuhi.
Astrid menegaskan persoalan stunting tidak boleh dianggap sebagai tanggung jawab ibu semata. Ayah dan anggota keluarga lainnya harus ikut memahami tahapan tumbuh kembang anak dan terlibat dalam pengasuhan.
“Sekolah Cegah Stunting ini adalah upaya terus-menerus yang kami lakukan. Mulai dari ibu, ayah, hingga seluruh elemen keluarga harus memahami tahapan tumbuh kembang anak dengan baik,” ujarnya.
Upaya tersebut juga diperkuat Pemkot Surakarta melalui gerakan Ndulang Bareng. Program ini mendorong pemenuhan makanan bergizi sekaligus edukasi kepada keluarga dan pemantauan pertumbuhan anak. Intervensi di tingkat kelurahan tersebut terintegrasi dengan berbagai upaya pencegahan stunting, termasuk pemanfaatan posyandu dan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT).
Bagi Astrid, pendekatan berbasis keluarga penting karena pencegahan stunting tidak cukup dilakukan melalui intervensi ketika anak sudah mengalami gangguan pertumbuhan. Pemantauan harus dilakukan secara rutin sehingga potensi masalah dapat diketahui lebih awal dan segera ditindaklanjuti.
“Kalau kita ingin zero stunting, maka pencegahannya harus dimulai dari keluarga. Kader, orang tua, pemerintah dan seluruh elemen masyarakat harus bergerak bersama. Jangan menunggu anak mengalami masalah pertumbuhan baru kita bertindak,” tegasnya.
Astrid berharap kader di tingkat kelurahan menjadi penggerak yang mampu menjembatani program pemerintah dengan keluarga. Dengan edukasi yang berkelanjutan dan pemantauan tumbuh kembang yang konsisten, target Zero Stunting di Kota Surakarta diharapkan tidak sekadar menjadi target angka, tetapi menjadi gerakan bersama untuk memastikan anak-anak Solo tumbuh sehat dan optimal.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.