Sorong (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Sorong, Papua Barat Daya, melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat melatih 20 mama Papua untuk merajut noken sebagai upaya meningkatkan keterampilan sekaligus perekonomian masyarakat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kota Sorong Margareth Urbinas di Sorong, Rabu, mengatakan kegiatan pelatihan tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat dengan mengangkat noken sebagai salah satu kerajinan khas Papua yang memiliki nilai budaya dan ekonomi.

"Ini merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat, khususnya orang asli Papua, melalui kegiatan merajut noken. Noken adalah ciri khas orang Papua," katanya.

Ia mengatakan pelatihan tersebut diharapkan dapat memberikan keterampilan yang bermanfaat bagi peserta sehingga dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi produktif.

Menurut dia, sebanyak 20 orang mengikuti pelatihan tersebut, terdiri atas 17 orang asli Papua (OAP) dan tiga peserta non-OAP.

Dalam kegiatan itu, setiap peserta juga mendapatkan satu paket bantuan bahan untuk menunjang praktik merajut yang terdiri atas dua jenis benang dan jarum rajut.

Ia menjelaskan kegiatan tersebut didukung anggaran yang bersumber dari Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kota Sorong, termasuk dukungan dana Otonomi Khusus (Otsus) dengan total anggaran senilai Rp100 juta.

Menurut dia, pelatihan merajut noken tidak hanya menjaga keberlangsungan kerajinan khas Papua, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi dan menambah pendapatan keluarga.

"Harapan kami masyarakat dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik sehingga keterampilan yang diperoleh bisa berguna bagi diri sendiri dan dapat menambah ekonomi masyarakat," ujar dia.

Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.